Kabid Promosi BKPM Diduga Terlibat Manipulasi Uang Negara

  • Share

Kupang, fajartimor.net. Sejumlah kegiatan promosi pada Sail Komodo di Manggarai Barat dan perjalanan promosi ke Australia Bidang Promosi BKPM NTT disinyalir meninggalkan sederet manipulasi keuangan Negara.

Simpul managemen kegiatan pengelolaan keuangan Negara Bidang Promosi Badan Koordinasi Penanaman Modal Provinsi Nusa Tenggara Timur yang tersimpan rapi, perlahan mulai terkuak boroknya. Dugaan adanya manipulasi yang dilakukan Kepala Bidang Promosi pada kegiatan promosi Sail Komodo di Manggarai Barat dan Perjalanan Promosi ke Australia rupanya telah menjadi Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Inspektorat Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Demi kepentingan kebenaran Informasi yang telah dikantongi fajartimor.net, Kepala Kantor Inspektorat Drs. Paulus K. Limu yang hendak dikonfirmasi malah enggan menerima kehadiran wartawan media online tersebut. “Bapak lagi sibuk dan tidak bisa diganggu”, kata salah seorang staf.

Sekda Provinsi Nusa Tenggara Timur Drs. Frans Salem yang berhasil dikonfirmasi via telephon selular-nya mengatakan ketidaktahuan akan persoalan tersebut. “Saya tidak tahu persoalannya. Nanti saya cek dulu”, ucap Salem.

Sementara Kabid Promosi Badan Koordinasi Penanaman Modal, Regina Mambait yang berhasil ditemui fajartimor.net justru, mengarahkan wartawan media ini ke ruang kerja Kabid Pengembangan kantor setempat. Kris Afulit yang terlihat penuh percaya diri menjelaskan bahwa apa yang dipersoalkan hanya sebatas pada kesalahan administrasi. Selebihnya temuan Inspektorat Provinsi masih berupa Draft. “Itu kesalahan administratif. Tidak ada unsur kerugian Negara. Dan kalau adik mengatakan ada temuan Inspektorat, temuan itu masih bersifat Draft, belum LHP”, jelas Afulit diamini Regina Mambait.

Penempatan Jabatan dan posisi pada Bidang Promosi dengan sejumlah kegiatan besar menjadi hal baru yang berujung pada begitu banyaknya kelalaian kegiatan administrasi. “Karena posisi yang ditempati baru, dengan sejumlah kegiatan besar sehingga ada begitu banyak hal yang kemudian terlupakan. Administrasinya sementara dibenahi untuk kebutuhan laporan pertanggungjawaban. Begitu adik”, terang Afulit sambil menanyakan asal usul wartawan media online fajartimor.

Sumber terpercaya dari instansi yang berwenang melakukan pengawasan mengatakan bahwa LHP Inspektorat Provinsi Nusa Tenggara Timur yang dikeluarkan pada tahun 2013 adalah valid dan benar. “Temuan Inspektorat itu sudah berupa Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dan bukan masih bersifat Draft. Jadi jangan ada orang yang mau menjadi pahlawan kesiangan”, tegasnya. (ft/Bony)

  • Share