Ada Dokter Bernard Di Pemeriksaan Sunur

  • Share

Kupang, fajartimor.net-Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lewoleba, dr. Bernadus Yoseph Beda Punang dan mantan Ajudan Bupati Yentji Sunur terlihat berada di Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTT saat pemeriksaan Bebas Narkotika Pasangan Yentji Sunur – Thomas Ola Langoday. Padahal, sesuai Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilarang keras ikut terlibat dalam politik praktis.

Direktur RSUD Lewoleba, dr. Bernad  yang dikonfirmasi fajartimor.net di Kantor BNN NTT pada Sabtu (24/9) malam mengatakan kalau kehadirannya di tempat tersebut atas permintaan KPUD Lembata untuk mendampingi para cabup/cawabup Lembata dalam dalam pemeriksaan kesehatan.

“Saya hadir disini untuk mendampingi pemeriksaan kesehatan para calon dari Lembata. Mungkin ada hal-hal yang tidak dipahami, kita bisa bantu komunikasi. Misalnya kita harus menjadwalkan puasa. Kalau pemeriksaan Bebas Narkotika, saya tidak tidak terlalu mengikutinya secara mendetail. Tapi jika dimintakan advis lainnya, saya siap berikan,” ujar Bernad sambil menyandarkan badannya di tembok gedung BNN NTT.

Menurut Bernad, kehadirannya di tempat tersebut juga dalam kapasitas saya sebagai Ketua IDI Kabupaten Lembata. Namun saat ditanya apakah ia mendapatkan rekomendasi dari IDI NTT atau IDI Pusat, Bernad tidak menjawabnya. Ia terlihat resah dan memalingkan pandangannya ke arah tempat parkiran kendaraan.

Setelah didesak fajartimor.net, dr. Bernad akhirnya mengakui bahwa kehadirannya tidak atas rekomendasi dari IDI propinsi atau IDI Pusat. “Tidak ada perintah. Tidak ada perintah dari IDI,” ujarnya.

Saat ditanya, kehadirannya hanya untuk mendampingi salah satu pasangan Sunur-Thomas, Bernad menampiknya. “Saya dengan KPU mereka. Satu Tim dengan KPU. Tidak ada dampingi salah satu paket.  Tidak, tidak,  ‘kan dulu 5 tahun lalu saya datang juga,” ujarnya berkilah.

Saat ditanya tentang sejauhmana keterlibatannya dalam proses pemeriksaan Bebas Narkotika kepada para cabup/cawabup Lembata, Bernad mengatakan, ia hanya sekedar mendampingi. “Saya Cuma dampangi para calon saja. Tidak ikut sampai ke dalam juga.  Malah saya kan tidak boleh masuk juga. Saya ‘kan hanya di luar saja.  Saya juga akan ikut dalam pemeriksaan calon lain besok,” ujar Bernad terbata-bata dan tampak gugup menghadapi wartawan.

Seperti disaksikan fajartimor.net, dr. Bernad terlihat berada di Kantor BNN NTT pada Jumat (24/9) malam. Ia sedang asyik menonton televisi bersama beberapa orang pegawai BNN NTT dan fajartimor.net di lantai I Kantor BNN NTT.

Awalnya dr. Bernad tidak dikenali oleh fajartimor.net. Tim wartawan fajartimor.net yang saat itu meliput di tempat itu, mengira dr. Bernad sebagai seorang sopir dari salah satu calon bupati/wakil bupati Lembata yang diperiksa saat itu. Karena dari penampilannya, yang hanya menggunakan kaos oblong berwarna biru dan celana jeans biru, sepatu coklat, serta menggantung tas coklat kecil di pundaknya, tim fajartimor.net tidak mengira ia sebagai seorang pejabat di lingkup Pemkab Lembata.

Namun kemudian, dr. Bernad dikenali oleh seorang rekan wartawan lain yang datang kemudian di Kantor BNN NTT. “Itu Direktur RSUD Lewoleba, kenapa ia berada di tempat ini saat pemeriksaan Bebas Narkoba pasangan Yentji Sunur – Thomas Ola Langoday?” ujarnya.

Tim fajartimor.net kemudian memperkenalkan diri dan meminta klarifikasi dari dr. Bernad di teras depan Kantor BNN NTT. Namun setelah dikonfirmasi, seorang anggota KPUD Lembata mendatanginya dan membisikan sesuatu di telinganya. Lalu keduanya, bergegas meninggal fajartimor.net dan menaiki tangga menuju lantai II gedung BNN NTT.

Bernad juga terlihat di sekretariat panitia (tempat pendaftaran, red) Pemeriksaan Bebas Narkotika Cabup/Cawabup yang berada di lantai II gedung tersebut. Saat fajartimor.net mewawancarai Yentji Sunur, dr. Bernad terlihat duduk memegang nasi kotak di depan ruang Kepala BNN NTT (tempat pemeriksaan cabup/cawabup) bersama beberapa para anggota KPUD Lembata.

Selain dr. Bernad, terlihat juga seorang PNS yang diketahui sebagai seorang mantan ajudan bupati, saat Yentji Sunur masih menjabat sebagai Bupati Lembata. Mantan ajudan Sunur ini, terlihat mondar-mandir di lantai I dan lantai II Kantor BNN NTT.  Pada Minggu (25/9) siang, dr. Bernad tidak terlihat mendampingi 3 pasangan cabup/cawabup Lembata yang diperiksa saat itu.

Ketua KPUD Kabupaten Lembata, Pieter Payong yang dikonfirmasi fajartimor.net pada Minggu (25/9) siang di Kantor BNN NTT, mengakui kalau kehadiran dr. Bernad atas permintaan pihaknya. “Kehadiran beliau (dr. Bernad, red) sesuai dalam Peraturan KPU dalam rangka pemeriksaan kesehatan. Kami berkoordinasi dengan IDI setempat. Kehadiran beliau disini, dia berkoordinasi dengan KPUD Lembata untuk menghantar pasangan calon,” ujar Payong tanpa merinci pasal dan Nomor Peraturan KPU yang mengatur tentang hal tersebut. (ft/tim)

  • Share