AL, Diduga Gelapkan Uang Balai

  • Share
UANG
foto ilustrasi uang

Kupang, fajartimor.net. Pemilihan  Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah  (Pemilukada) Gubernur  dan Wakil Gubernur NTT 2014 -2019 telah usai. Namun isu seputar kucuran dana sebesar Rp 500 juta lebih dari kantor Balai Sungai NTT kepada tim pemenangan paket Frenly diduga diembat oleh oknum  PNS di kantor balai setempat masih menjadi perdebatan.

Rumor seputar angka sebesar Rp 500 juta lebih ini yang disumbangkan pihak Balai Sungai kepada paket Frenly melalui salah seorang pejabatnya sebut saja AL, seakan menjadi momok besar. Gonjang ganjing soal benar tidaknya uang tersebut sampai ke-tangan paket Frenly  kini menjadi darasan panjang.

Sejumlah pegawai yang enggan namanya dikorankan mengatakan pihaknya telah memberikan sedikit perhatian atas momen pilkada gubernur dan wakil gubernur yang telah terlaksana belum lama ini. “Dari Balai Sungai ada perhatian koq. Kita kumpul uang sebesar Rp 500 juta lebih. Dan  uang itu kita serahkan kepada salah seorang pejabat berinisial AL untuk selanjutnya diserahkan. Namun berita yang kita dengar uang tersebut tidak sampai ditangan yang membutuhkan!”, kesal mereka.

Dikatakan sebagai PNS kenetralan menjadi aras dan tentunya diikuti dengan sejumlah tindakan. Namun konkritisasi dalam penjabarannya kadang berubah ubah sesuai budaya ketimuran. “Sebagai orang berbudaya, kita tentunya memberi penghargaan dan penghormatan seturut batas batasnya. Khan ada dua pejabat yang maju! Tapi yang paling tinggi sudah pasti nomor satu! Jika kemudian perhatian kita berupa sumbangan itu tidak sampai tolong dijelaskan dong! Jangan diam dan cuci tangan!”, berang sejumlah pegawai.

Sementara itu AL yang berusaha dikonfirmasi fajartimor.net tidak bisa terhubung karena nomor ponselnya tidak aktif.

Investigasi fajartimor.net soal tabir gelap tersebut rupanya bukan saja menggejala tapi sudah mengemuka. Bahkan ditubuh Tim Media Frenly saat itu terjadi gejolak angka 500 juta lebih yang hanya ada dalam bayang bayang maya. Tarik menarik soal besaran uang tersebut menjadi simpul perpecahan. Namun akhirnya persoalan bisa teratasi sekalipun diakhir perjuangan ada yang mengeluh sakit keras di dada kiri. (ft/Bony)

  • Share