‘AN, Harusnya Punya Kesadaran Etik Dan Bukan Janji’

  • Share

*Terkait Laporan Dugaan Penipuan dan Penggelapan Uang Klien 1 Miliar

Jakarta, fajartimor.net – Oknum AN, Pengacara Klien Almarhumah Rebeca Adu Tadak yang kini tersangkut kasus hukum atas laporan polisi dugaan penipuan dan perbuatan curang uang senilai satu miliar rupiah yang dilaporkan Trinotji Damayanti salah satu anak Almarhumah mestinya punya kesadaran etik dan bukan berkelana di ruang janji-janji.

Penjelasan tersebut disampaikan Gabriel Goa, Ketua Dewan Pembina Lembaga Hukum dan Ham Padma Indonesia (Pelayanan Advokasi Untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia) kepada Media ini, Sabtu (22/06/2024) di bilangan perkantoran Selmis Jakarta Pusat.

“Mestinya Oknum AN, Pengacara yang dilaporkan atas dugaan penipuan dan perbuatan curang tidak kemudian terus berkelana di ruang janji-janji manis. Kejujuran yang menjadi unsur kesadaran etik wajib hukum didepankan,” saran Gabriel.

Dari perkembangan kasus tersebut kata pria yang masih konsen dengan urusan tindak pidana perdagangan orang ini, jelas ada ketidakjujuran, yang tidak sangat berkorelasi dengan produksi keadilan yang diperjuangkan. Kalau sudah tidak jujur, sudah tentu tidak berintegritas, tidak integrer dan tidak lagi tegak lurus dengan keadilan.

“Kalau Oknum Pengacara AN terus saja berdalil kalau uang satu miliar itu uang pinjaman untuk operasioanal dan lain sebagainya, masih sebagai pengacara aktif klien dan lain sebagainya, kirim cek kosong dan lain sebagainya, nanti dibayar kembali tanggal sekian dan lain sebagainya, punya hak imunitas dan lain sebagainya, itu namanya sudah tidak berintegritas lagi,” sindir Gabriel.

Di Kasus ini oknum AN sudah jadi tidak baik lagi pada hal sebelumnya baik seharusnya mengakui saja. Karena dengan demikian permasalahan selesai.

“Yang pasti semua masalah yang tidak bisa di selesaikan secara etik pasti akan diselesaikan secara hukum. Karena faktanya Laporan dari Pelapor sudah berjalan di Polda NTT,” tandas Gabriel.

Karena proses hukum sudah dan sementara berjalan, semua yang terlibat diminta untuk tidak berbelit-belit. Karena ini berkaitan dengan uang satu miliar.

“Dan karena belum adanya niat baik AN untuk mengembalikan uang milik Ahli Waris dan lambannya proses hukum di Polda NTT menggugah nurani Lembaga Hukum dan Ham PADMA INDONESIA (Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian) segera menolong Ahli Waris melalui pengawalan ketat di Polda NTT dan mendesak APH segera memenuhi Hak Korban,” tutup Gabriel. (ft/ganz)

  • Share