‘Atek-Emi Bertemu, Picu Kekuatan Bertarung Bia Meto’

  • Share

Kupang, fajartimor.net – Bia Meto atau Banteng Timor adalah perwujudan nyata lambang kendaraan politik Paket MS-EMI. Ketika Bupati Ayub Titu Eki (yang santer dikenal dengan sebutan Atek) berkenan bertemu Emilia Julia Nomleni (EMI) calon Wakil Gubernur NTT, jelas memicu kekuatan bertarung Bia Meto atau Banteng Moncong Putih bermata Merah memenangkan pertarungan di tanggal 27 Juni 2018 mendatang.

Emilia Julia Nomleni yang datang dari tanah tempat air bah kering atau yang biasa dikenal dengan istilah Nai Meto-Pah Meto (Bia Meto-Atoin Meto) di pusat bumi (Es Pah In Tefan, In Usan Ma In Botom) yang didukung kekuatan Fatu I’ni Temen (kekuatan batu Induk) mewakili kakaknya Marianus Sae demi bertemu saudara sekandungnya Atek atau Bupati Ayub Titu Eki yang mendiami tanah leluhur dengan kekuatan kebesarannya Fatu Leu adalah sebuah perwujudan nyata merajut asa demi memenangkan pertarungan sejati di tanggal 27 Juni 2018.

Emilia Julia Nomleni Calon Wakil Gubernur NTT bersama Tokoh adat perwakilan masyarakat sedaratan Timor diterima Bupati Ayub Titu Eki di rumah jabatan Bupati Kupang (foto istimewa)

Pertemuan penuh keakraban yang tidak disangka sangka tersebut, diiringi dukungan tak terhingga dari tokoh adat yang mewakili masyarakat sedaratan Timor.

Natoni dan tutur disertai persembahan khas adat Timor secara bergantian menjadi penyemangat rasa pada pertemuan terbatas di Rumah Jabatan Bupati Ayub Titu Eki.

Ibarat mendapat asupan baru dan termurnikan, Paket MS-EMI terus bergerak pasti menatap masa depan NTT yang gilang gemilang. Diterima Atek atau Bupati Ayub Titu Eki mengandaikan ada asupan dukungan tak terhingga dari Fatu Leu.

Secara tersamar, Emilia Julia Nomleni yang datang dari Fatu I’ni Temen dengan kekuatan bertarung Bia Meto (Banteng Petarung Timor) menyadari pentingnya dukungan dari leluhurnya di Fatu Leu.

Dengan bertemunya ATEK dan EMI yang mewakili kakaknya MS, BIA METO yang juga adalah lambang kebesaran PDI Perjuangan di picu kekuatannya untuk bertarung dan memenangkan pertandingan.

Tata cara adat Timor dilakukan awal sebelum komunikasi politik antara Bupati Ayub Titu Eki dan Cagub Emilia Julia Nomleni (foto istimewa)

Semua yang dilakukan Putri Sulung Neon Saet (Matahari Terbit) tersebut sekaligus menjawab  darasan keramatnya yakni MS-EMI Ntok Leko ma Na Snai Leko Es Maubes Neten Ka Bia Meto, Bia Meto Naen Kunut, In Lawan sin mis am Pal La Lui. Darasan keramat ini bila diartikan dalam bahasa Indonesia yaitu : MS-EMI telah didudukan secara baik di atas punggung Banteng Petarung Timor. Ketika Banteng Petarung Timor tersebut berlari kencang membawa MS-EMI, lawan lawannya tidak mungkin dapat mengejarnya.

Percaya atau tidak, yang paham dan tahu serta yang membaca pesan ini, tidak mungkin berlari menjauh. Malah sebaliknya mendekat dan memberikan dukungan tak terhingga. Karena ketika menjauh, konsekuensi yang diterimanya akan sangat berat.

Ingat Pancasila yang adalah Dasar Negara Indonesia, sila ke empatnya berlambang Kepala Banteng atau Bia Meto. (fajartimor*)

  • Share