Dokter Adnan Al Barash Dikabarkan Meninggal di Kamp Penjara Israel

  • Share
Gempuran Israel di Gaza (Reuters)
Gempuran Israel di Gaza (Reuters)

Jakarta, fajartimor.net –  Dokter Palestina ternama, Dr Adnan al-Barash, dikabarkan meninggal di penjara Israel setelah lebih dari empat bulan ditahan. Kelompok advokasi Palestina yang melaporkan kematian sang dokter, mencurigai dokter Palestina itu disiksa selama dalam penahanan Israel.
Diberitakan Al Jazeera, Dr Adnan al-Barash, kepala ortopedi di fasilitas medis terbesar di Gaza, ditahan oleh pasukan Israel saat merawat pasien di Rumah Sakit al-Awda di utara wilayah tersebut. Dia ditahan bersama dengan sekelompok dokter lainnya pada Desember tahun lalu.

Dengan kematian Dr Al Barash, Kementerian Kesehatan Gaza menegaska bahwa jumlah total tenaga medis yang terbunuh sejak perang Israel di Gaza pecah pada bulan Oktober telah mencapai 496 orang.

“Dugaan Pembunuhan Dr al-Barash bukanlah kejahatan terakhir mengingat kondisi para tahanan di penjara sangat dirahasiakan, terutama mereka yang ditangkap dari Jalur Gaza,” katanya.

Baca juga:
Cara Seniman Bandung Suarakan Kecaman Penjajahan Israel ke Palestina

Menurut kedua kelompok advokasi Palestina tersebut, yang mengutip otoritas Palestina, dokter Barsh meninggal dunia pada 19 April lalu. “Jenazahnya masih ditahan,” sebut kedua kelompok tersebut.

Seperti diberitakan Detikjabar, Saat AFP mencoba mengkonfirmasi kabar tersebut, Israel mengelak dengan mengatakan, “Kami tidak tahu ada insiden seperti itu.”

Untuk diketahui, semasa hidupnya, Dr Al-Barash dikenal sebagai salah satu dokter paling tersohor yang ada di Jalur Gaza. Ia secara aktif melayani pasien-pasien yang jadi korban serangan Israel hingga saat terakhir ia ditangkap.

Al-Barash, 50, ditangkap bersama sekelompok dokter lainnya pada bulan Desember di Rumah Sakit al-Awda dekat kamp pengungsi Jabalia di Gaza utara. Kelompok hak asasi tahanan mengatakan jenazahnya masih ditahan oleh otoritas Israel.
Nasib dokter lainnya masih belum diketahui.
Meskipun serangan terhadap fasilitas medis dan pekerja kesehatan dilarang berdasarkan hukum kemanusiaan internasional, menurut Konvensi Jenewa, militer Israel telah berulang kali menargetkan mereka. Kementerian Kesehatan mengatakan sekitar 1.500 pekerja medis juga terluka selama perang, sementara 309 orang masih ditahan di penjara-penjara Israel.
Artikel ini telah tayang di detikHealth dengan judul Tragis, Dokter Bedah Ternama Gaza Tewas usai Disiksa di Penjara Israel
(ft/yum/yum)

  • Share