‘Fidelis Nogor, Inginkan Nian Tanah Sikka Yang Berbudaya’

  • Share
Fidelis Nong Nogor, Bakal Calon Bupati SIkka Periode 2024-2029, saat mendaftar di Partai Nasdem NTT, Senin 6 Mei 2024. foto doc. fajartimor
Fidelis Nong Nogor, Bakal Calon Bupati SIkka Periode 2024-2029, saat mendaftar di Partai Nasdem NTT, Senin 6 Mei 2024. foto doc. fajartimor

Kupang, fajartimor,net –  Nian Tanah Sikka hari ini tidak baik-baik saja. Oleh karena itu, sebagai figur Muda, saya ingin gelora kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati kembali kepada spirit yang telah ditapak Raja Don Alesu Ximenes Dasilva yang jejaknya kemudian dilanjutkan Bupati Pertama P.C.X Da Silva. Itu sama artinya kepemimpinan lima tahun ke depan di Nian Tanah Sikka haruslah Kepemimpinan yang berbudaya.

Demikian penggalan passion Fidelis Nogor, Bakal Calon Bupati Sikka saat berpidato di Aula Utama DPW Partai Nasden Nusa Tenggara Timur setelah memasukan sejumlah persyaratan administrasi pendaftaran Bakal Calon Kepala Daerah dan Bakal Calon Wakil Kepala Daerah, Senin ( 06/04/2024).

Sang pegiat Jurnalis aktif tersebut menegaskan kepemimpinan di Nian Tanah Sikka yang hari ini bisa di bilang baik-baik saja dan malahan tidak baik-baik saja, karena proses pembangunan belum menyentuh nilai-nilai budaya khususnya nilai-nilai etnis dan moral yang hidup dalam kebudayaan masyarakat Sikka.

“Jika nantinya proses politik ini berujung, tentunya yang akan dilakukan adalah mengembalikan proses pembangunan seturut spirit yang telah jauh-jauh hari diretas Raja Don Alesu Ximenes Da Silva yang selanjutnya dijabarkan Bupati Pertama P.C. Ximenes Da Silva, semenjak Nian Tanah Sikka berdiri sebagai Kabupaten di Nusa Tenggara Timur pada tahun 1958,” tandas Fidel.

Pemimpin Nian Tanah Sikka, kata Fidel, haruslah bisa mengelaborasi keberagaman budaya menjadi makanan pembangunan yang enak disantap.

“Sekedar diketahui, ragam suku dan budaya orang Sikka semestinya diimani pemimpinnya sebagai kekuatan. Raciklah pembangunan untuk Nian Tanah Sikka dengan pola-pola sederhana. Atau mungkin lebih eloknya adalah Raciklah pembangunan di Sikka ibarat Ikan Kua Asam, makanan lokal orang Maumere. Sentuhlah simpul-simpul masyarakat yang beragam tersebut berdasarkan kearifan budayanya. Yakinlah pembangunan pasti jalan. Sebagai Figur Muda saya justru siap melakukan pekerjaan dan tugas negara ini,” terang Fidel.

Fidelis Nogor yang sudah banyak makan garam dengan segudang urusan organisasi di Kota Kupang ini tak lupa memberikan apresiasi atas penerimaan Panitia Pendaftaran Bakal Calon Kepala Daerah dan Bakal Calon Wakil Kepala Daerah DPW Partai Nasdem Nusa Tenggara Timur yang sungguh familiar dan terbuka.

“Saya juga perlu memberikan apresiasi atas penerimaan DPW Partai Nasdem khususnya teman-teman Tim 9 yang dikhususkan partai untuk menerima dan menyeleksi pendaftaran bakal calon kepala daerah dan bakal calon wakil kepala daerah dalam menyongsong pemilu kepala daerah dan wakil kepala daerah serentak tahun 2024. Mudah-mudahan kita bisa bekerjasama dan bekerja bersama.sama membangun Nian Tanah Sikka,” tutup Fidel.

Untuk diketahui, Kabupaten Sikka adalah sebuah kabupaten yang terletak di provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Ibu kota kabupaten Sikka adalah Maumere. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) kabupaten Sikka tahun 2021, penduduk kabupaten ini berjumlah 321.953 jiwa (2020) dengan kepadatan 186 jiwa/km².

Secara umum masyarakat kabupaten Sikka terinci atas beberapa nama suku anatara lain : ata Sikka, ata Krowe, ata Tana ai, ata Lua (Palue), ata Lio, disamping itu dikenal juga suku-suku pendatang, seperti ata Goan, ata Ende, ata Sina, ata Sabu/Rote, ata Bura, dll.

Sementara Nama Maumere sebagai nama ibu kota Nian Tanah Sikka diambil dari bahasa Ende Lio, ma’u = pantai dan mere = besar/luas yang jika digabungkan berarti pantai luas / pantai besar.

Jika ditilik mendalam, Suku Sikka adalah komunitas adat yang berada di Kabupaten Sikka, di Flores Timur Tengah, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Jumlah orang Sikka diperkirakan sekitar lebih dari 350.000 orang. Menurut sebuah sumber menyatakan bahwa daerah asal orang Sikka adalah di Kecamatan Bola, Lela, Maumere, dan Kewapante.

Di masa pemerintahan Bupati Paulus Samador da Cunha. dibukalah wilayah-wilayah pertanian baru di Waigete, Talibura, Magepanda, dan Nebe. (ft/bonum).

  • Share