‘Gubernur NTT Terpilih Ditantang Tuntaskan Kasus Bansos’

  • Share

Kupang, fajartimor.net – Berantas Korupsi di Seratus Hari Kerja Viktory-Jos, Gubernur-Wakil Gubernur Terpilih periode 2018-2023, Kasus Dana Bansos NTT tahun 2010 yang merugikan Negara miliaran rupiah, sepatutnya juga dituntaskan. Dan ini tantangannya.

Penegasan tersebut disampaikan Gabriel Goa ketua Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi (Kompak) NTT, merespek janji kampanye Viktory-Jos, soal pemberantasan korupsi kepada fajartimor melalui telepon selular, Rabu malam (18/07/2018).

Menurut Direktur Padma Indonesia tersebut, Laporan masyarakat melalui dua perwakilan organisasi ke KPK RI yang dilakukan pada tahun 2012 seyogyanya dikawal dan tidak dibiarkan mengembat.

“Dua kali laporan dugaan korupsi dana bansos NTT ke KPK RI yang dilaporkan Koalisi Masyarakat untuk Indonesia Transparans (Komits) dan Forum Komunikasi Pemuda dan Mahasiswa NTT (FKPM NTT) yang berkedudukan di Jakarta selayaknya dikawal dan tidak dibiarkan mengembat”, terang Gabriel.

Pengungkapan kasus tersebut katanya selayaknya dilakukan demi menjawab rasa keadilan.

“Kasus ini harus secepatnya diungkap tanpa tebang pilih. Bila ada keterlibatan elit politik dan pejabat Negara, jangan dibiarkan berlarut karena di mata hukum semua sama”, jelas Gabriel.

Janji kampanye Viktory-Jos soal pemberantasan korupsi di NTT sudah selayaknya masuk dalam program seratus hari kerja.

“Kita justru tantang Viktor Laiskodat-Yosef  Nae Soi (Viktory-Jos) di seratus hari kerjanya. Apakah kasus dana Bansos 2010 yang merugikan Negara miliaran rupiah tersebut bisa dituntaskan atau justru dibiarkan terus mengendap di tangan KPK RI?”, tantang Gabriel. (ft/tim)

  • Share