Kasus Bayi Meninggal di Lembata; Viktor Mado Watun, ‘Periksa Semua yang Terlibat’

  • Share

Kupang, fajartimor.net – Pemerintah Kabupaten Lembata diminta agar segera membentuk tim kusus yang melibatkan Aparat Penegak Hukum untuk segera mengungkap dugaan praktek dan dugaan bisnis operasi cecar yang berujung bayi dari Desa Kolontobo meninggal dunia.

“Kalau dapat, periksa semua yang terlibat baik Bidan Desa Kolontobo, Dokter atau penanggungjawab Puskesmas Waipukang, penanggungjawab RS Damian Lewoleba juga Apotik K24  serta Pihak RSUD Lewoleba agar kasus kematian bayi dari Desa Kolontobo yang menjadi kasus kematian yang kesekian kali ini bisa terbuka secara terang benderang,” terang Viktor Mado Watun, Anggota DPRD NTT Fraksi PDI Perjuangan kepada media ini, Rabu (26/06).

Ada yang janggal kata Viktor terkait dengan SOP Ibu hamil dari Desa Kolontobo pasien BPJS yang diketahui bayi-nya meninggal.

“Kalau penanganan terakhir sebelum ke RS Damian itu di K24, dari mana surat rujukan ke Damian itu dibuat? Kalau pasien diperiksa di K24, apa bisa rujukan dikeluarkan dari Puskesmas Waipukang? Dari mana dokter pemberi rujukan mendapatkan informasi untuk membuat surat rujukannya? Itu tidak logis. Karena dalam sistem rujukan pasien BPJS, tidak bisa rujukan dari dokter swasta yang tidak bekerjasama dengan BPJS,” jelasnya.

Dikatakan, kalau memang benar tidak ada rujukan ke K24, dinamakah peran bidan desa dan Puskesmas Waipukang dalam pemantauan ibu hamil apalagi dalam masa kritis?

“Dalam SOP itu, ibu hamil yang dalam tafsiran persalinan harus dipantau setiap hari selama satu kali dua puluh empat jam. Bahkan pada H-7 harus dipantau ketat. Jadi sangat tidak masuk akal, kalau tidak ada komunikasi antara bidan dengan ibu hamil yang bayi-nya meninggal itu,” singgung Viktor.

Pada prinsipnya, surat rujukan itu cenderung digunakan dalam kaitan dengan pembiayaan oleh BPJS untuk pasien BPJS.

“Saya juga dapat laporan, ada dugaan kuat ibu hamil yang bayi-nya meninggal yang merupakan pasien BPJS itu di bawa ke Apotik K24 bisa karena komunikasi person antara Bides Kolontobo, petugas puskesmas Waipukang dan Penanggungjawab K24. Yang begini ini harus disikapi secara serius,” tandas Viktor.

Pemerintah Kabupaten Lembata sudah sepatutnya membentuk tim kusus untuk segera mengusut tuntas dugaan praktek ataupun dugaan bisnis Operasi Besar (cesar) yang sudah mencederai rasa kemanusiaan tersebut.

“Sekali lagi, Pemkab. Lembata tolong serius. Bentuk tim kusus dan periksa semua yang terlibat. Jika kemudian terindikasi adanya unsur pidana, rekomendasikan ke Aparat Penegak Hukum untuk selanjutnya di proses secara hukum,” pungkas Viktor. (ft/tim)

  • Share