‘Kasus Hukum Christian Fanda; Sampah Daur Ulang?’

  • Share

(Bagian 21)

Kupang, fajartimor.netJaksa Penuntut Umum Umarul Faruq dibuat bermuram durja. Saksi Mahkotanya (Sang Kotak Pandora) Jonius Jacob Zakarias, tegas membantah seluruh dakwaan yang nyata nyata ingin menjatuhkan Terdakwa Christian Fanda ke lembah maut San Salvador.

Ibarat judul lagu Alamat Palsu, Jonius Jacob Zakarias terhukum persetubuhan anak dibawah umur, Saksi Mahkota Jaksa tersebut rupanya membuka tabir ketidakterlibatan Terdakwa Christian Fanda atas tuduhan persetubuhan dengan Mirawati Termasuk dirinya dan Agnes yang berlokasi di Wilma Home Stay Penfui juga tuduhan persetubuhan salah alamat yang dialamatkan di rumah Terdakwa pada tanggal 24 Maret 2017, jelas Amos Alexander Lafu, Pengacara Muda yang dipercayakan Keluarga dan Terdakwa Christian Fanda kepada fajartimor, Senin (21/05/2018) di Pengadilan Negeri Kelas 1A Kupang.

laporan polisi ini menjadi perhatian serius Yaskum Menkunham NTT dan akan ditindaklanjuti. foto.istimewa.

Menurutnya, Jaksa Penuntut Umum yang meyakini Saksi Jonius Jacob Zakarias sebagai orang yang mengajak Terdakwa Christian Fanda ke Wilma Home Stay lalu bersetubuh dengan saksi korban Mirawati dan Agnes di dalam satu kamar dibantah secara tegas.

“Ternyata fakta persidangan berbicara lain. Ketika kita mulai masuk pemeriksaan, ditanya duluan sama jaksa. Dia (saksi Oni Zakarias, red) membantah semua keterangan itu. Karena senyatanya yang berlaku dan terjadi adalah dirinya dan orang yang disebut sebagai Aba atau Ama dengan Mirawati dan Agnes yang jelas melakukan persetubuhan di Wilma Home Stay Penfui di dalam satu kamar. Ini Pengakuan di fakta persidangan”, ungkap Amos.

Pengakuan Saksi Oni Zakarias katanya sekaligus membuka tabir ada yang tidak objektif dengan tuduhan persetubuhan yang dialamatkan kepada Terdakwa Christian Fanda.

“Disini terjadi sebuah fakta baru dan kita lalu menduga duga apakah mungkin karena kejadian yang lain dalam hubungannya dengan kasus pak Oni Zakarias, yang didalamnya ada Aba/Ama, Mirawati dan Agnes lalu Opa Tian coba digiring masuk ke situ. Karena faktanya di fakta persidangan Saksi Oni Zakarias membantah semua tuduhan yang dialamatkan kepada Opa Tian”, jelas Amos.

Saksi Oni Zakarias ucap Sang Pengacara Muda yang lagi menyelesaikan studi S2 hukum tersebut, tegas mengatakan bahwa tuduhan persetubuhan yang juga dialamatkan di rumah Terdakwa Christian Fanda sebagai yang tidak benar dan terkesan mengada ada.

“Saksi Oni Zakarias di fakta persidangan juga memberi fakta yang lain bahwa tuduhan persetubuhan yang dialamatkan di Rumah Terdakwa pada tanggal 24 Maret 2017 adalah tidak benar, karena pada tanggal tersebut, dirinya bersama Opa Tian dan keluarga Fanda lainnya disibukan dengan urusan prinsip dengan pihak CV (perusahaan) yang datangkan alat berat dan ingin menyerobot area pekuburan keluarga Fanda”, terang Amos.

Jadi cerita jenaka akunya yang terilis indah dalam seluruh dakwaan Jaksa yang mengatakan bahwa Opa Oni Zakarias yang mengajak Opa Christian ke Wilma Home Stay bersama Mirawati dan Agnes lalu bersetubuh dan tuduhan persetubuhan antara Mirawati dan Opa Christian di rumahnya Opa Christian gugur karena dibantah seluruhnya di fakta persidangan oleh Saksi Jonius Jacob Zakarias.

“Jadi sebtulnya apa yang diakuinya dan yang tertuang di BAP saat memberi keterangan di depan Penyidik bukan seperti yang tersurat dalam dakwaan Jaksa. Kita akan minta penjelasan Saksi Verbalism dalam hal ini Penyidik atas semua bantahan Saksi saat memberikan kesaksian di fakta persidangan. Ini periksanya seperti apa koq semuanya dibantah seluruh saksi fakta yang kita periksa di fakta persidangan. Kita bingung dengan proses pemeriksaan di tingkat penyidikan. Koq di BAPnya tulis lain sampai di fakta persidangan saksinya juga heran koq dia tidak pernah bilang begitu tapi tiba tiba ada di BAP”, heran Amos.

Sepemahaman dirinya, harusnya dakwaan merupakan ringkasan. Bukan kemudian berubah secara signifikan dan berlaku terbalik dan keluar dari keterangan saat di BAP?

“Yang saya pelajari di BAPnya lain sementara yang ada dalam dakwaan dan terungkap di fakta persidangan malah lain. Yang menjadi pertanyaan, dakwaan ini mengacu kemana? Karena dalam BAP saksi Oni Zakarias tidak sedikitpun menyinggung keterangan adanya ajakan bersangkutan kepada Terdakwa Christian Fanda untuk jalan ke Wilma Home Stay bersama Saksi Korban Mirawati dan Agnes lalu berujung bersetubuh secara bersama sama di dalam satu kamar”, tandas Amos.

Soal dua tuduhan yang dialamatkan kepada Terdakwa Christian Fanda lanjutnya, bisa ditegaskan sebagai yang hingga hari ini belum ada satu saksi fakta pun yang mengakui ada persetubuhan antara opa Tian dan Mirawati baik di Wilma Home Stay dan Rumah Terdakwa. Apalagi bukti bukti persetubuhan sama sekali tidak bisa ditunjukan jaksa di fakta persidangan.

“Asumsi kita jika tidak terbukti sama dengan tidak benar. Tidak benar sama dengan palsu. Kalau palsu ya silahkan terjemahkan sendiri. Kita berharap masyarakat umum bisa mengikuti jalannya persidangan persoalan ini dan tidak kemudian menjustice opa Christian secara tidak adil. Sementara Majelis Hakim yang Mulia kita harapkan untuk dapat mempertimbangkan seadil adilnya dan memutuskan Opa Christian bebas murni”, yakin Amos.

Fakta lainnya yang didapat fajartimor dari perkembangan di fakta persidangan, baik Majelis Hakim dan Jaksa penuntut Umum, sedikitpun tidak menyinggung dua surat bodong (Surat Pernyataan Damai dibawah tangan dan Kwitansi yang diduga kuat dibuat oleh saksi korban Mirawati) di fakta persidangan yang ada dalam surat dakwaan jaksa.

Kuat dugaan dua surat tersebut sebelumnya disiapkan sebagai senjata pamungkas.

Lainnya Soal visum penganiayaan dan visum persetubuhan tidak bisa ditunjukan jaksa penuntut di fakta persidangan. Karena asumsi dasarnya, jika tuduhannya perkosaan dan atau persetubuhan maka tindakannya langsung pada hari kejadian bukan setelah ada laporan sewindu kemudian baru dilakukan visum et repertum. Mirissssss.

Jaksa Umarul Faruq dan Majelis Hakim yang menangani Perkara Hukum tersebut belum bisa dikonfirmasi karena ketika akan didatangi untuk dimintai pendapatnya sudah meninggalkan Pengadilan Negeri setempat. Bersambung….(ft/tim)

  • Share