Kemarau Panjang, Picu Murunnya debit Air

  • Share

SoE, fajartimor.net-Musim Kemarau yang panjang, di TTS, ikut berpengaruh pada menurunnya debit air di sejumlah Sumber Mata Air. Warga pun kini mengeluh kekurangan pasokan air yang dikelola PDAM setempat.

Terkait persoalan tersebut Dirut PDAM TTS,Jan Nenotek yang didampingi kabag teknik Markus Fallo saat ditemui fajartimor di ruang kerjanya belum lama ini menjelaskan bahwa empat buah sumber mata air yang selama ini menjadi pusat distribusi air bersih untuk warga kota SoE, dan sekitarnya mengalami penurunan debit.

“Sumber mata air Bonleu yang semulanya bisa memproduksi air di kisaran 20 liter per detik, kini mengalami penurunan yang sangat drastis. Ada penurunan sekitar 50%. Dan hal tersebut cukup berpengaruh pada pasokan air yang masuk ke kota SoE, apalagi jarak  Sumber mata air Bonleu ke Reservior utama di Kota SoE berjarak 58 kilo meter”, terang Nenotek.

Faktor lainnya kata Jan Nenotek yaitu adanya pengapuran yang terjadi pada pipa transmisi sehingga, hal tersebut kemudian menghambat jalannya aliran air dari sumber ke reservoir atau bak penampungan umum.

“Pengapuran pipa transmisi dan ulah oknum masyarakat yang sengaja merusak jaringan pipa, mengakibatkan debit air yang sampai ke bak penampungan umum semakin berkurang”, aku Nenotek.

Sementara itu lanjut Nenotek, sejumlah Sumur Bor yang tersebar di Kota SoE, termasuk mata air Oenasi dan mata air Oe SoE (Oe Besi) juga mengalami penurunan debit.

“Sumur Bor Nifuhuki produksinya hanya 4 liter per detik. Mata air Oenasi hanya bisa produksi 3 liter per detik. Sementara mata air Oe SoE (Oe Besi) SoE produksinya hanya 0,8 liter per detik”, ucap Nenotek.

Secara teknis dengan kondisi listrik yang sering padam, PDAM TTS justru bekerja ekstra dengan terus melakukan upaya cepat dan preventif.

“Untuk pelayanan dalam kota diatur secara bergilir. Awalnya 2 hari sekali namun kini 4 hari sekali bahkan bisa mencapai 1 minggu. Tapi langkah lainnya yaitu dengan mengoptimalkan pemanfaatan mobil tanki PDAM untuk membantu masyarakat secara gratis”, jelas Nenotek.

Khusus daerah daerah di luar kota SoE, ujar Nenotek, PDAM kini sudah dan sedang berkoordinasi dengan Satker PKPAM provinsi NTT untuk selanjutnya dapat memberikan perhatian serius membangun jaringan perpipaan di Kualin, Noebana, Oebelo, Mnelalete, Kesetnana dan IKK oinlasi serta Kie.

“Saat ini Pemda TTS telah menyerahkan pengelolaan sementara jaringan Oenino, Aban Timur dan Kiu baat Aban selatan. Tekad kami, sekalipun dengan kondisi keterbatasan tenaga teknik dan kendaraan operasional, kami selalu siap memberikan pelayanan yang terbaik”, tutup nenotek. (ft/Apol)

  • Share