‘Kerja sama Segi Tiga Ekonomi Dongkrak Sektor Pariwisata NTT’

  • Share

Kupang, fajartimor.net – Plh. Biro Ekonomi Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur Johanis Waleng mengatakan, kerja sama segi tiga ekonomi antara Indonesia – Timor Leste – Australia harus menjadi salah satu peluang untuk pengembangan pariwisata NTT.

Menurutnya, NTT memiliki salah satu kekuatan destinasi wisata alam dan budaya yang unik dan khas dalam konteks pariwisata Indonesia. Kekuatan potensi wisata alam dan budaya ini menjadi salah satu aspek penjabaran program kerja gubernur dan wakil gubernur terpilih Viktor Bungtilu Laiskodat – Yosef Nae Soi dalam mempercepat proses pengembangan perekonomian rakyat. Namun pemanfaatan kekuatan sumber daya pariwisata ini perlu dibarengi dengan kekuatan sumber daya  manusia untuk  menangkap peluang yang ada, jelas Johanis Waleng, Plh. Biro Ekonomi Setda NTT kepada fajartimor, Kamis (2/8/2018).

“kita punya potensi pariwisata yang unik dan menarik untuk level nasional dan dunia. Potensi ini harus kita manfaatkan secara maksimal untuk mendongkrak ekonomi rakyat kita. Salah satu jalur yang kita tempuh adalah meningkatkan sumber manusia kita untuk menangkap peluang yang ada” tandas Waleng.

Baginya, NTT adalah zona strategis bagi Indonesia dalam membangun kerja sama ekonomi dengan Timor Leste dan Australia, karena NTT secara geografis adalah wilayah yang paling dekat atau berbatasan langsung dengan Timor Leste dan Australia. Bila NTT secara geografis memiliki unsur kedekatan dengan kedua negara tersebut maka sebaiknya NTT harus menjadi basis utama transaksi ekonomi Indonesia dengan Timor Leste dan Australia.

Gambar, Johanis Waleng ketika mengikuti kegiatan pertemuan tingkat tinggi yang membahas khusus tentang Pengendalian Inflasi Daerah (foto istimewa)

“Daerah kita sangat dekat sekali dengan Timor Leste dan Australia. Itu berarti bahwa daerah kita harus menjadi pintu masuk sekaligus zona utama transaksi ekonomi Indonesia dalam kerja sama ekonomi dengan Timor Leste dan Australia” tegasWaleng.

Baginya, NTT sudah bisa menjadi basis utama transaksi ekonomi bagi Indonesia dalam kerja sama ekonomi dengan Timor Leste dan Australia  karena NTT sudah memiliki tiga infrastruktur yang memadai dan berstandar internasional seperti Bandara Internasional El Tari Kupang, Bandara Internasional Komodo-Labuan Bajo, dan Pelabuhan Internasional Tenau-Kupang.

“saya pikir NTT sudah harus menjadi zona utama transaksi ekonomi karena NTT memiliki tiga infrastruktur yang sudah masuk dalam kategori internasional” yakin Waleng.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa NTT tidak boleh hanya menjadi tempat pintu masuk dan tempat persinggahan transaksi ekonomi saja dalam konteks kerja sama ekonomi ketiga negara ini tetapi harus menjadi zona utama Indonesia dalam melakukan aktivitas transaksi ekonomi dengan kedua negara tersebut.

Baginya, gagasan NTT menjadi basis utama zona transaksi ekonomi antara Indonesia, Timor Leste dan Australia merupakan peluang besar bagi rakyat NTT untuk mengembangkan potensi wisata alam dan budaya dalam mempercepat proses pembangunan ekonomi rakyat.

“saya yakin dan percaya bahwa bila berdasarkan asas kewenangan NTT sudah menjadi basis utama transaksi ekonomi bagi Indonesia dalam kerja sama ekonomi dengan dua negara tetangga ini maka kekuatan pariwisata kita dengan sendirinya akan dikembangkan secara optimal. Potensi-pontensi lain yang berkaitan dengan pariwasata kita seperti perhotelan, kuliner lokal, nasional maupun internasional dan berbagai produksi budaya lokal kita dengan sendirinya akan menjadi konsumsi utama dalam aktivitas kerja sama ekonomi ketiga negara ini, tekanannya yakni Pengusaha Lokal NTT sudah waktunya di beri ruang untuk boleh bersaing malah berkiprah dalam peningkatan kemandirian perdagangan ekonomi lintas Timor Leste juga Australia yang pada gilirannya mampu menciptakan iklim pariwisata yang menjanjikan masa depan rakyat NTT. Home industry dan multy player effects dengan sendirinya akan tumbuh dan berkembang pesat. Intinya NTT harus menjadi gate way (pintu utama) juga Main stream (Basis Utama) kerja sama ekonomi demi mendongkrak Pariwisata baru di NTT selain NTB dan Bali”, tutup Waleng. (ft/pio)

  • Share