‘Kniti Bi Natun, Kniti Bi Mollo Untuk MS-EMI’

  • Share

SoE, fajartimor.net – Syair keramat, kniti Bi Natun, Kniti Bi Mollo atau Knit Bi Natun, Knit Bi Mollo menjadi keyakinan tersendiri adanya intervensi Leluhur Daerah sumber Wanggi Cendana-TTS, demi meraih perolehan suara mayoritas bagi MS-EMI di pemilihan Gunernur-Wakil Gubernur, Rabu 27 Juni 2018.

Konsentrasi sejumlah tokoh adat TTS, kini hanya tertuju pada upaya mendulang suara mayoritas buat Marianus Sae-Emilia Julia Nomleni di kandangnya sendiri. Oleh karenanya Fanu atau darasan keramat semisal ‘Kniti Bi Natun, Kniti Bi Mollo atau Knit Bi Natun, Knit Bi Mollo’ didaraskan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kerja besar, Tim Keluarga paket  nomor urut 2 yang di usung PDI Perjuangan dan PKB untuk kepemimpinan NTT periode 2018-2023, dengan terlebih dahulu memohonkan ijin dari Raja Neon Le’U, Neon Uf, Nenom Mnatu, jelas seorang keturunan Missa At kepada fajartimor di SoE belum lama ini.

Warga pendukung militan MS-EMI antusias menyambut Putri kebanggan mereka, Emilia Julia Nomleni yang didampingi Drs. Frans Lebu Raya dan Tim di Lapngan Puspenmas TTS (foto istimewa)

Menurut keturunan Missa Mone Nua (Missa Dua bersaudara) tersebut, Fanu atau darasan keramat yang berbunyi ‘Kniti Bi Natun, Kniti Bi Mollo’ bukanlah sebuah isapan jempol belaka.

“Kniti yang artinya ‘Tanah’ dan Natun yang merupakan kependekan dari sebutan Amanatun yang berarti ‘Emas’, masih bertalian erat dengan Kniti yang artinya ‘Tanah’ dan Mollo yang artinya ‘Kuning’”, terangnya.

Selain itu katanya, Kniti Bi Natun, Kniti Bi Mollo adalah darasan keramat yang sekaligus menegaskan bahwa ada hubungan persaudaraan yang tidak bisa dipisahkan antara Amanatun daerah asal MS-EMI dan Mollo.

“Kniti Bi Natun, Kniti Bi Mollo atau Knit Bi Natun, Knit Bi Mollo dapat berarti Tanah di Amanatun sama dengan Tanah di Mollo. Itupun sama artinya Orang Amanatun dan Orang Mollo adalah saudara bersaudara yang tidakmmungkin bisa dipisahkan karena alasan apa saja. Buktinya banyak nama tempat di Amanatun, sama dengan nama banyak tempat di Mollo. Ambil misal, di Amanatun ada tempat yang bernama Oinlasi, di Mollo, ada juga tempat yang bernama Oinlasi. Begitu juga nama Fatumnasi  ada di dua daerah ini di tempatnya yang berbeda dan masih banyak lainnya”, bebernya.

Di pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur kali ini, darasan keramat atau Fanu tersebut (Kniti Bi Natun, Kniti Bi Mollo) dilafalkan dan dilantunkan untuk membangunkan dukungan secara alamiah dari Amanatun juga Mollo kepada paket Marianus Sae-Emilia Julia Nomleni.

“Ketika sudah dilafalkan seperti ini, keyakinan perolehan suara dasar dari dua wilayah Swa Praja ini dapat terpenuhi dan kemudian mampu mempengaruhi secara alamiah dukungan signifikan dari warga pemilih Swa Praja Amanuban. Harapannya, Mayoritas dukungan untuk Marianus Sae-Emilia Julia Nomleni calon Gubernur-Wakil Gubernur NTT dapat di raih secara khusus di TTS atau yang dikenal dengan sebutan keramatnya, Mollo Mio Maof, Painam, Neno Oenam”, yakinnya.

Ditambahkan, Fanu atau darasan keramat, Kniti Bi Natun, Kniti Bi Mollo atau Knit Bi Natun, Knit Bi Mollo, hanya boleh didaraskan oleh orang orang dan tokoh adat tertentu dan untuk kepentingan dan urusan tertentu.

“Bagi orang TTS, saya hanya mau ingatkan, jangan pernah lupa akan sejarah hanya karena kepentingan sesaat. Semua ini dilakukan agar ke depannya  alam tidak marah dan murka”, tandasnya. (ft/boni)

  • Share