‘Kristo Harus Lahir dari Rahim Gotong Royong’

  • Share

rMayoritas Tokoh PDIP NTT Dukung Kristo Blasin

Mantan Sekretaris DPD PDIP NTT, Ir. Karel Yani Mboik ikut memberikan dukungan riil. Bak terbangun dari tidur panjang, dirinya justru dikejutkan dengan nyanyian maju bertarung seorang Drs. Kristo Blasin memenuhi harapan rakyat pada pesta demokrasi tahun 2018 mendatang.

Kristo Blasin yang dipandangnya sebagai seorang loyalis tulen, kini mengangkat panji partai dan siap bertarung.

”Saya hadir hari ini karena saya rasa jiwa ini kembali terbakar melihat kader-kader PDIP mulai bangkit dari tidurnya. Sebenarnya saya tidak hadir, tapi saya dengar Pak Kristo mau deklarasi menjadi calon gubernur PDIP, maka saya wajib datang dan memberikan dukungan penuh”, tegas mantan anggota dewan NTT saat didaulat berbicara pada acara deklarasi Barisan Relawan Kristo Blasin belum lama ini.

Karel yang tampak smart (mengenakan baju kaos, dipadu celana jeans ala kaum muda masa kini) ikut menepis isu ketiadaan dana yang sengaja dihembus para rivalnya Kristo Blasin.

ada bersama rakyat, tahu apa persoalannya barulah kita mengetahui kemudian menemukan solusinya (foto istimewa)
ada bersama rakyat, tahu apa persoalannya barulah kita kemudian menemukan solusinya (foto istimewa)

Menurut Karel, PDIP bukan partai kapitalis, bukan partai materialis dan bukan partai milik konglomerat. PDIP, kata Karel adalah partai rakyat kecil yang lahir dari pergolakan demokrasi di jaman orde baru.

“PDIP ini adalah partai rakyat yang besar karena dukungan rakyat kecil. Jadi gotong-royong menjadi modal besar yang dimiliki partai. Semangat gotong-royong tidak boleh dikubur dengan uang. Saya rasa aneh, sekarang kader-kader hanya omong tentang uang saja, lalu dimanakah semangat gotong-royong kita”, tegas Karel mengingatkan.

Karel Yani Mboik yang juga diketahui ikut berperan memberikan kontribusi pada PDI Perjuangan dan kemenangan rakyat yang terlihat dalam diri Gubernur Frans Lebu Raya sekilas menceritakan pengalamannya saat berjuang bersama Gubernur Frans Lebu Raya dan Kristo Blasin.

Dikatakan dahulu di kala Gubernur Frans Lebu Raya mau maju dirinya bahkan semua kami tidak memiliki uang ratusan juta bahkan puluhan miliar, tapi ketika ditetapkan partai maka seluruh kader bahu membahu memberikan dukungan hingga ia menjadi gubernur saat ini.

“Saya bangga hari ini Kristo Blasin menyatakan maju, tapi pasti sebelumnya hal itu dibicarakan sebelumnya dengan beberapa orang yang bisa dibilang orang biasa, tidak berpengaruh plus tidak punya uang. Tapi itulah faktanya Pemimpin besar biasanya lahir dari masukan orang orang rendahan dan kecil. Jangan lupa mereka kalau sudah jadi pemimpin terkenal dan hebat”, saran Karel. Dan Menegaskan sekali lagi bahwa Kristo Blasin Harus Lahir dari Rahim Semangat kerja yang bersifat Gotong royong. Bersambung (tim)

  • Share