Lagi, Aleks Yosua Giri Dipasing Menduduki Jabatan Kepsek SMKN V

  • Share

Kupang, fajartimor.net. Dugaan Indikasi Penyalahgunaan keuangan negara saat menjabat Kepsek SMKN II belum tuntas. Namun pada  tanggal 21 November 2014, Aleks Yosua Giri kembali dipercaya menduduki jabatan Kepsek SMKN V.

Sumber terpercaya di sekretariat Pemerintahan Kota Kupang kepada fajartimor.net mengatakan trade record dan integritas kepemimpinan Aleks Yosua Giri, SPt jauh sekali dari harapan. Semenjak diturunkan dari Kepala Sekolah SMKN II, yang bersangkutan diduga kuat terlibat indikasi penyalahgunaan keuangan negara sebesar Rp 900 juta lebih. “Sampai hari ini bukti pertanggungjawaban pengelolaan keuangan SMKN II tidak dibuat yang bersangkutan (Aleks Giri, red). Hal itu terlihat dari tidak adanya Memori serah terima jabatan dari pejabat (Kepsek) yang lama kepada pejabat baru. Untuk kebenaran datanya, silahkan dicek ke Pak Silas Kase, Kepsek SMKN II” ungkap Sumber tersebut.

Terkait dengan mutasi jabatan kepala sekolah yang dihelat Pemerintah Kota tanggal 21 November 2014 belum lama ini, justru disinyalir sebagai yang jauh sekali dari harapan kajian kompetensi dan profesionalime. Menurut sumber media ini, Mutasi yang dilakukan tersebut syarat kepentingan politik. “Yang diusulkan orang lain, tau tau yang dilantik orang lain! Ini sesuatu yang aneh. Ada aktor sentral yang bermain dibalik mutasi para kepala sekolah tersebut. Dan soal siapakah aktor itu, sudah menjadi rahasia umum di Kota”, jelasnya.

Sejumlah Pegawai Negeri Sipil Kota yang enggan namanya disebutkan mengatakan Sertifikasi yang dikantongi Aleks Yosua Giri khusus tentang survei pemetaan. “Jadi Sangat tidak  tepat jika yang bersangkutan (Aleks Giri) dengan latar belakang pendidikan sarjana Pertanian diberi tanggungjawab memimpin Unit SMKN V, apalagi Unit tersebut tidak spesifik menyajikan kurikulum dan materi pembelajaran siswa yang khusus bertalian dengan pertanian!”, urai mereka.

Para siswa di SMKN V yang berhasil dijambangi media ini justru mengeluhkan bila Aleks Giri sepanjang menjadi guru bidang studi IPA, (sebelum menjabat Kepsek) tidak aktif menjalankan tanggungjawabnya sebagai guru mata pelajaran. (ft/tim)

  • Share