Mantan Kabag Keuangan TTS Ikut Bertanggung Jawab

  • Share

SoE,fajartimor.net – Mantan Kepala Bagian Keuangan Setda Timot Tengah Selatan yang saat ini menjabat ketua KPU TTS Drs Otnial Nomeni turut bertanggung jawab terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi di Dinas Kelautan dan Perikanan Kab.TTS tahun 2007 lalu yang merugikan negara kurang lebih Rp  900 juta.

Hal ini ditegaskan Kepala Kejaksaan Negeri SoE Oscar Douglas Riwoe, SH saat dikonfirmasi awak media dikantor kejaksaan setempat Senin, (11/8).

Menurut Douglas, peran mantan kabag keuangan tersebut dalam dugaan kasus tindak pidana korupsi di Dinas Kelautan dan Perikanan Kab.TTS yakni menerbitkan surat perintah pencairan dana (SP2D) tanpa melakukan penelitian sehingga anggaran yang dicairkan melampaui dana yang sudah ditetapkan dalam APBD tahun 2007 lalu.

” Tanpa SP2D dana tidak bisa cair, anggarannya khan sudah habis kenapa koq bisa ada lagi anggaran? Mantan kabag keuangan itu ikut bertanggungjawab terhadap pengeluaran dana yang melampaui APBD kurang lebih Rp 900 juta. Dana itu dicairkan double- double. Dana riil yang tertuang dalam DPA Dinas sudah dipertanggungjawabkan sebesar Rp 1 Milliar lebih. Karena dana yang dicairkan melampaui APBD hingga  Rp 2 Milliar lebih maka ada dana Rp 900 juta yang tidak bisa dipertanggungjawabkan”, papar Douglas.

Douglas menambahkan bahwa,Dari hasil pemeriksaan asaksi-saksi terkait dana Rp 900 juta yang tidak bisa dipertanggungjawabkan diketahui bahwa dana tersebut mengalir ke sejumlah pihak termasuk anak tersangka mantan kadis kelautan dan perikanan sebesar Rp 150.000.000 dan hal tersebut akan didalami penyidik.

“Alat bukti dan saksi sudah ada tersangka mau omong apa itu haknya dia, dan kita targetkan satu bulan ini selesai”tegas Douglas.

Terkait agenda pemeriksaan terhadap mantan kabag keuangan Setda TTS, Douglas mengatakan, sebenarnya agenda pemeriksaannya hari ini (kemarin 11/8 – red) namun yang bersangkutan tidak datang dengan alasan sedang mengikuti sidang di MK RI soal  sengketa Pilpres. “Kita agendakan periksa hari Rabu (13/8) kalau tidak penuhi panggilan penyidik sebanyak tiga kali ya kita jemput paksa saja”, tegas Douglas. (ft/Klide)

  • Share