Maria Magdalena Bifel; Berkarya Hanya untuk Kebaikan Banyak Orang

  • Share

Kupang, fajartimor.net-Cinta akan bumi pertiwi, telah menjadi daya dorong yang kuat bagi seorang Maria Magdalena Bifel. Seluruh usaha dan reksanya kini diabdikan hanya untuk kebaikan banyak orang.

Terbangun dari pendapat “Murid, harus belajar dan mencari tahu apa yang diketahui oleh gurunya. Karena Guru, tidak mungkin mengatakan kepada muridnya apa yang diketahuinya”, rupanya dimaknai Maria Magdalena Bifel, S.Sos.MM, sebagai kekuatan cinta akan diri, keluarga dan kebaikan banyak orang (bonum commune).

“Spirit dan perjuangan yang telah ditoreh ayah saya, sebagai anggota TNI aktif kala itu merupakan bentuk dari usaha menjaga keutuhan bumi pertiwi NKRI. Tidak berlebihan kalau saya katakan, bila spirit dan perjuangan ayah saya, layaknya seorang guru yang tidak ingin mengatakan apa yang dikehuinya kepada muridnya. Sebagai anak dan juga murid, Saya kini tahu, jika perjuangan ayah saya itu, seutuhnya hanya untuk menjaga keutuhan NKRI dan demi kebaikan hidup rakyat Indonesia”, papar Maria.

Menyadari keadaan terkini, apalagi dirinya adalah seorang Per-Empu-an, dalam usaha dan upaya mempertahankan apa yang telah menjadi garis perjuangan ayahnya serta didorong oleh Moto hidup “Saya Bisa”, seorang Maria Magdalena Bifel, secara perlahan bangkit dan memberi tekanan akan arti kebaikan hidup yang harus dirasakan semua orang.

Prinsip hidupnya, sebelum melayani orang lain, dirinya harus bisa melayani diri sendiri. foto diambil saat Maria Magdalena Bifel sedang mengabil minuman jenis kopi kesukaannya. (foto/dok.fajartimor)
Prinsip hidupnya, sebelum melayani orang lain, dirinya harus bisa melayani diri sendiri. gambar diambil saat Maria Magdalena Bifel sedang mengabil minuman jenis kopi kesukaannya. (foto/dok.fajartimor)

“Setelah bisa mengeluarkan diri dari tekanan dan himpitan hidup, saya pun harus bisa mengeluarkan banyak orang dari derah hidup berupa tekanan dan himpitan ekonomi (kemiskinan), keterbelakangan pendidikan (kebodohan) dan ketidaktahuan akan cara mengelola keuangan”, yakin Maria.

Pengalaman ada dari satu daerah ke daerah lainnya, dengan terus belajar dan mencari tahu nilai dasar kehidupan itu sendiri justru telah mendewasakan seorang Maria Magdalena Bifel. Sekalipun sebagai seorang Per-Empu-an yang kini berada di tana rantau, dirinya dapat menunjukkan kemampuan bersaing dengan sejumlah sumber daya manusia siap pakai yang ada di lingkungan kerjanya, dengan tidak meninggalkan pemahaman soal penghargaan terhadap sejumlah perbedaan yang dihadapi.

“Saya tidak dalam kapasitas membanding bandingkan antara kemampuan Si A ataupun Si B. Saya juga tidak dalam urusan menilai Si A lebih layak ataupun Si B. Saya justru harus bisa menunjukkan kesejatian saya melayani banyak orang dengan segudang kemampuan yang ada pada saya. Itu artinya saya harus berbeda dengan yang lainnya, dengan tetap memberikan penghargaan kepada orang lain semisal pemimpin lainnya ataupun tokoh lainnya yang telah dengan caranya memberikan kontribusi dan pelayanan kepada kebaikan banyak orang, termasuk minus malum-nya (keunggulan dan kekurangannya)”, urai Maria.

Devosi pribadi, menjadikan daerah asal dari keadaan lama menuju ke keadaan baru yang lebih baik, adalah bentuk perhatian yang kini menjadi cita cita besar seorang Maria Magdalena Bifel.

“Sebagai anak asli TTU, yang cinta tana kelahiran, saya juga ingin mempernyatakan diri saya, memberikan perhatian sekaligus memberikan tekanan nyata berupa kontribusi berarti bagi kebaikan hidup kepada warga dan masyarakatnya. Jujur saja, setelah melihat dari dekat seperti apa kehidupan warga dan masyarakat, kecintaan saya justru terbangun dengan sendirinya. Saya sayang mereka semua. Dan saya harus bisa berbuat yang terbaik untuk mereka”, tandas Maria.

Kecintaan akan eksistensi dan kedaulatan bumi pertiwi (NKRI), yang ditanamkan ayahnya semasa aktif sebagai anggota RPKAD, menginspirasi dirinya sekaligus menjadi spirit seorang Maria Magdalena Bifel dalam usaha dan karyanya.

Filosfi hidup “Saya Bisa”, seolah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari usaha dan karyanya memberi dampak kepada kebaikan hidup banyak orang. Buktinya ada begitu banyak orang yang telah merasakan buah dari kebaikan pelayanan seorang Maria Magdalena Bifel.

Karena berkat ketekunan dan semangat kerja yang tanpa kenal lelah, keberhasilan yang luar biasa dalam mengangkat harkat dan martabat dirinya dan keluarga telah menjadi bukti pencapaian besarnya.

“Jika kemudian rakyat TTU mengehendaki dan menginginkan kehadiran seorang pemimpin baru dari kalangan Per-Empu-an, dan saya pun termasuk salah satu yang didaulat, maka dengan senang hati saya akan menerimanya”, tutup Maria. (ft/boni)

  • Share