‘Marianus Sae Diserang, Namun Tak Mungkin Dikalahkan’

  • Share
Program dari Desa menuju Sejahtera Rakyat NTT adalah target program yang telah dikemas Marianus Sae semenjak tahun 2008 (foto istimewah)

Fajartimor.com – Layaknya Israel, Marianus Sae, terus saja diserang namun setiap serangan itu selalu dapat dipatahkan karena Allah Leluhurnya selalu memberikan perlindungan dan kemenangan besar.

Kekuatan senyum, memaafkan dan mengampuni dengan keiklasan adalah senjata ampuh pemimpin sekelas Marianus Sae. Buktinya, sekalipun mendapat serangan dari segala penjuru termasuk serangan dari sementara orang yang sebelumnya terbias kebaikan Pria Ngada yang sukses membangun kerja sama luar negeri di bidang ekspor-impor tersebut dibalasnya dengan sepenggal ucapan ‘biarkan saja, hukum keseimbangan akan berlaku bagi mereka mereka itu’ terang orang dekat Bupati Ngada, Sang Calon Gubernur Fenomenal kepada fajartimor belum lama ini.

Menurutnya sepanjang ada, dekat dengan Marianus Sae, banyak hal positif yang didapat dan itu adalah sebuah pengalaman berharga.

“Marianus Sae itu terlahir sebagai pemimpin. Kenyataannya semenjak kecil dia (Marianus) sudah harus bisa memimpin dirinya sendiri karena ditinggal- pergi Ayah dan Ibunya”, jelasnya.

Tegar menghadapi hidup katanya sebagai seorang anak yatim Marianus Sae, terus berkelana di rimba belantara kehidupan dengan begitu banyak pengalaman pahit.

“Marianus Sae saat itu harus bisa menghidupi dirinya, bekerja sebagai kulih bangunan, kondektur dan tukang batu. Semuanya itu dilakukannya tanpa berkeluh kesah karena dia yakin didepan sana ada masa depan yang lebih cerah”, paparnya.

Bertarung dengan gelombang tantangan kehidupan rupanya berbuah manis, Marianus Sae, akhirnya bisa menyelesaikan studinya dengan biaya sendiri lalu hijrah ke Bali.

“Di Bali Marianus Sae meretas usaha dengan kegiatan perbengkelan. Dari usaha kecilnya itu kemudian berkembang dan berujung dibukalah perusahaan sekelas PT yang lalu mendapatkan kerja sama luar negeri khusus Garmen dengan penghasilan rata rata per bulannya diatas 3 miliar”, ungkapnya.

Kerendahan hati Marianus Sae lanjutnya berbanding terbalik dengan pencapaian usahanya yang sudah Go Internasional. Tidur beralaskan dipan, berbantalkan batu adalah makanan hariannya.

“Layaknya Yakub saudara Esau yang tidur beralaskan batu yang bermimpi didatangi Allah Leluhurnya dan lalu menamainya Israel, Marianus Sae yang kala itu tidur beralaskan batu bata dikejutkan dengan mimpi besar untuk kembali membangun kampung halamannya, Ngada. Tidak bermaksud berlebihan tapi itulah faktanya. Sejumlah kandidat kuat dikalahkan termasuk Sang Bupati Incumben Pit Nuwa Wea. Prosentase perolehan suaranya pun jauh diatas meninggalkan lawan lawannya”, urainya.

Semenjak memimpin Kabupaten Ngada ucapnya tantangan yang datang bak gendang yang dipukul bertalu talu. Serangan demi serangan yang dilontar lawan lawan politiknya terus saja menghiasi ruang pelayanannya.

“Rakyat Ngada sadar bahwa Sang Bupatinya justru bekerja mati matian untuk kemakmuran dan kesejahteraan mereka. Buktinya dukungan rakyat Ngada menggunung kepada Marianus Sae saat Pilkada belum lama ini dan mengalahkan paket bupati-wakil bupati lainnya yang hanya mendapatkan bukit bukit dukungan sementara rakyat setempat”, aku-nya.

Rupanya mimpi Marianus Sae dan Mimpi rakyat Ngada imbuhnya adalah mimpi rakyat NTT. Para elit politik serentak mendapuknya untuk maju bersaing dan memenangkan hati rakyat Nusa Tanah Terjanji.

“Waktu yang diberikan kepada Sang Petarung tersebut termasuk mepet dan singkat. Cuma satu bulan lebih bisa dibilang. Namun hasilnya cukup luar biasa. Gelombang serangan berupa aksi penolakan dan isu isu minor yang dialamatkan padanya (Marianus Sae) seakan tak menyurutkan dukungan rakyat semesta. Rakyat secara merata di NTT sepakat mendukung Marianus Sae dan hal itu terlihat dari hasil survey LPP UI yang menempatkan pemimpin pekerja tersebut pada urutan teratas”, tandasnya.

Keputusan Presiden nomor 131/2015 tentang penetapan daerah tertinggal tahun 2015-2019 yang dibacakan langgsung Presiden Joko Widodo, Kabupaten Ngada dibawah kepemimpinan Marianus Sae adalah satu dari 4 kabupaten/kota di NTT yang tidak termasuk daerah tertinggal. Pencapaian besar tersebut rupanya dilihat sebelah mata rival politik dan segelintir orang.

“Aksi demo dan penolakan dilakukan secara tertata. Uniknya formatnya selalu mengambil persoalan lama, dikemas seolah olah hal itu baru dan sedang menarik. Sementara Marianus Sae terus saja mengumbar senyum sekalipun dirajam. Kepada sejumlah orang dekatnya dia berpesan jangan dendam, janganlah bimbang dan ragu. Kalau Allah, Alam dan Arwah Leluhur berkendak lain, Ingin mengangkat seorang Marianus Sae sebagai Pelayan Rakyat dalam posisi sebagai Gubernur maka ikutannya Rakyat tidak mungkin tutup mata. Lainnya mungkin kehadiran Marianus Sae tersebut selalu menjadi berkah melimpah”, spiritnya.

Memang benar, Marianus Sae dirajam, Marianus Sae dikhianati, Marianus Sae diolok olok, Marianus Sae dicemooh, Marianus Sae difitnah, Marianus Sae dicemeti dan Marianus Sae diserang secara bertubi tubi. Namun satu yang pasti, Marianus Sae tidak mungkin akan terkalahkan. Kemenangan besar yang akan didapatnya. Dalilnya, semenjak dari rahim ibunya Dia (Marianus Sae) sudah dibentuk sebagai seorang Pemimpin dan kemudian terlahir sebagai seorang Pemimpin Besar. (ft/boni)

  • Share