‘Marianus Sae Itu Kakak Saya; Jika Terpilih, Marianus Sae Gubernur, Emi Nomleni Wakil Gubernurnya’

  • Share

Fajartimor.com – Perjuangan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat dan kebijaksanaan tentu tidak akan berujung pecah belah. Kenyataannya, sekalipun ragam cemooh dan upaya memisahkan paket Marhaen tidak melunturkan penghormatan dan kepercayaan tanpa syarat seorang Emilia Nomleni kepada Marianus Sae. “Marianus Sae itu kakak saya. Jika nantinya terpilih, Gubernur terlantik itu Marianus Sae dan Wakil Gubernur terlantik itu Emilia Julia Nomleni”.

Bukan lip service tapi itulah fakta keiklasan ucapan seorang Emilia Julia Nomleni calon Wakil Gubernur yang diusung PDI Perjuangan dan Partai Kebangkitan Bangsa tatkala berbicara dalam orasi terbatas dihadapan para pendukung militan dan simpatisan Paket Marhaen yang santer dikenal dengan jargon MS-EMI di zona Timor (Belu-Malaka-TTU-TTS dan Kabupaten Kupang) seturut pantauan fajartimor.

Cawagub Emilia Julia Nomleni Diarak masuk ke Tempat Pertemuan (Kapela Emaus samping Istana Uskup Atambua) oleh seluruh Relawan, pendukung fanatik, warga dan masyarakat Belu (foto/dok. Boni Lerek)

Menurutnya, prahara hukum yang menimpa Marianus Sae adalah sesuatu yang jauh melampaui kemampuan dirinya sebagai seorang ‘Per-Empuan’.

“Saat mendengar kakak saya Marianus Sae di OTT KPK, saya sempat goyah. Tapi saya lalu masuk kamar dan khusuk berdoa demi mendapatkan petunjuk dari yang Ilahi. Dalam ketidakpastian rasa, antara berdiri dan tidak, saya lalu mendapatkan kekuatan terbarukan dari Seorang Lili Adu ‘Per-Empuan’ perkasa yang kini masih menduduki posisi Bendahara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan”, ucap Emilia lirih.

Sentuhan penyampaian yang halus dan santun dari seorang Lili Adu katanya menjadi energi positif dan kekuatan kebangkitan Marianus Sae-Emilia Julia Nomleni.

“Saya kemudian berketetapan hati, memastikan langkah Marianus Sae-Emilia Julia Nomleni pada jalur perjuangan penetapan paket di tanggal 12 Februari 2018 yang diselenggarakan KPU NTT bertempat di Hotel Aston Kupang”, sigap Emilia.

Ternyata kasus yang menimpa Marianus Sae lanjutnya bukan bagian dari persyaratan administrasi sesuai Undang undang penyelenggaraan Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur.

“Paket Marhaen atau yang lazim dikenal dengan sebutan MS-EMI ditetapkan KPU NTT sebagai salah satu peserta Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur. Yang luar biasanya pada tanggal 13 Februari 2018 paket Marhaen atau MS-EMI justru mendapatkan nomor urut 2, nomor keramat yang begitu diinginkan oleh kandidat lainnya. Nomor 2 atau nomor kemenangan. Mungkin inilah rencana indah yang Tuhan, Alam dan Leluhur Ibu Pertiwi (Persada) Nusa Tenggara Timur percayakan pada Marianus Sae-Emilia Julia Nomleni”, spirit Emilia Nomleni disambut gemuruh tepuk, tepuk, tepuk tangan para pendukung militan yang juga datang secara suka rela.

Dikatakan, sekalipun ada hujan api cemoohan lawan, cacian rasa yang ingin mematikan karsya perjuangan ini. Belum lagi tawaran mundur berpoles janji euvoria, sekali MS-EMI tetap MS-EMI.

“Api perjuangan sudah kita nyalakan. Bendera perjuangan sudah kita kibarkan. Semboyannya satu dan sama “Bangkit, Berjuang, Menang”. Bila nantinya dipercaya rakyat Nusa Tenggara Timur dan terpilih sebagai pemenang dalam pertandingan ini, saya perlu tegaskan, Marianus Sae itu kakak saya. Yang akan dilantik Gubernur itu Marianus Sae dan Wakil Gubernurnya Emilia Julia Nomleni”, pekik Emilia disambut serenade warga, simpatisan dan pendukung militant MS-EMI pada semua simpul pertemuan. (ft/tim)

  • Share