Miris, Para Juara 02SN di Provinsi, Dihargai Rp 200 ribu?

  • Share

Kupang, fajartimor.net-Di provinsi lain para Atlit juara 02SN cukup mendapat penghargaan luar biasa. Namun di NTT sebaliknya, para atlit penyandang juara hanya dihargai, dengan nilai uang sebesar Rp 200 ribu.

Buruknya tata pelaksanaan penyelenggaraan olimpiade olahraga siswa nasional di tingkat provinsi, terus mendapat kecaman.

karikatur, banyak koruptor,banyak duit
karikatur, banyak koruptor,banyak duit

Kepada fajartimor.net, belum lama ini, sejumlah atlit yang merasa di kibuli panitia dan penyelenggara olimpiade olahraga siswa nasional dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur mengatakan keikutsertaan atlit atlit 02SN dari kabupaten/ Kota, dirasakan sebagai ajang mainan panitia provinsi. Buktinya kehadiran atlit di ajang 02SN provinsi dilakukan secara dadakan dan tanpa pemberitahuan resmi.

“yang kami rasakan, kehadiran kami di ajang 02SN provinsi, sepertinya sudah terprogramkan. Datang ke Kupang, hadir di arena pertandingan, lalu kembali ke hotel. Begitulah aktifitas kami”, jelas para atlit.

Dikatakan, keinginan untuk mendapatkan segudang pengalaman di ajang 02SN provinsi, justru berbanding terbalik. Karena ajang 02SN provinsi hanyalah ajang gagah gagahan panitia dan penyelenggara.

“Di setiap cabang atlit yang dipertandingkan, kami selalu mendapatkan suguhan pelajaran tentang bagaimana cara berlaku curang, tidak sportif,  dan tidak cerdas. Yang unik justru terjadi di cabang Karate. Dimana salah satu teman kami dari Belu, dipukul secara membabi buta oleh peserta Karate dari Manggarai, yang tidak mengedepankan teknik. Dan yang luar biasanya, koordinator wasit juga wasit /juri justru tetap membiarkan hal itu terjadi. Kami sempat berpikir, apakah begini wajah olimpiade olahraga siswa nasional di tingkat provinsi NTT?”, papar mereka.

Estimasi atas ketidakjujuran kerja yang dipertontonkan penyelenggara dan panitia 02SN, rupanya berbuah fakta. Sejumlah atlit juara di tingkat provinsi, harus urut dada, karena prestasi mereka hanya dihargai seadanya.

“kami yang juara, hanya dihargai dengan besaran uang sebesar Rp 200 ribu rupiah. Kata penyelenggara, uang itu adalah uang transportasi pulang kampung”, terang sejumlah atlit. (ft/bony)

  • Share