“Mungkinkah Ada Bisnis Terselubung di Balik Kematian bayi di Lembata’

  • Share

Kupang, fajartimor.net – Di duga ada praktek terselubung yang di lakukan oknum dokter spesialis kandungan di Apotik K24 dengan alamat Jalur Tengah Kecamatan Lewoleba Selatan,Kabupaten Lembata.

Sumber terpercaya kepada media ini mengatakan bahwa praktek yang terjadi di Lewoleba sudah pasti menyalahi aturan adalah SOP,

Menurutnya,yang benar sesuai SOP rujukan pasien dari puskesmas Waepukan ke RSUD bukan RS Damian.

“Yang menjadi pertanyaan kenapa kematian bayi kemarin rujukannya tidak ke RSUD Lewoleba tapi ke RS Damian?,”

Apakah pasien RSUD penuh ataukah ada hal lain.Misalkan rujukan ke RS Damian maka harus dipastkan fasilitasnya lengkap apabila ada pasien yang dalam kondisi kritis juga dokter spesialisnya.

Yang terjadi bahwa rujukan dilakukan atas perintah dokter yang akan menerima rujukan.Selama ini yang terjadi pasien rujukan melalui medium WhatsApp berupa japri atau personal.

Selain itu setiap pasien yang di rujuk ke RS Damian berdasarkan rekomendasi dokter spesialis kandungan..

Dan kemungkinan dokter yang operasi itu dokter J,apalagi yang lakukan operasi bukan dokter umum tapi dokter spesialis kandungan.

Informasi yang diperoleh bahwa sebelum ke RSUD bidan desa membawa rujukan ke K24 dulu lalu diperiksa di sana.

Rata-rata pasien ibu hamil rujukan harus ke dokter J,apakah SOP seperti itu.tanya Narsum tersebut.

“Kenapa setiap ibu hamil yang datang dipaksakan untuk operasi?,”tanya Narsum tersebut.

Kepala Perwakilan Ombudsman NTT Darius Beda Daton saat menerima informasi dan keluhan tersebut minta segera audit internal maupun Audit Maternal Perinatal (AMP).

“Bayi dari Desa Kolontobo, Kecamatan Ile Ape tersebut meninggal pasca operasi setelah dirujuk dari Puskesmas Waipukang. Tentu saja kematian bayi dalam proses persalinan tidak dikehendaki keluarga, rumah sakit dan kita semua,” sebut Darius Beda Daton kepada wartawan Senin,24 Juni 2024.

Tetapi, lanjutnya, kondisi demikian bisa saja terjadi dalam proses persalinan.

“Untuk itu kami telah berkoordinasi ke Dinas Kesehatan Lembata agar segera cek kebenaran informasi dan keluhan tersebut. Bilamana benar, agar dilakukan audit internal maupun Audit Maternal Perinatal (AMP) guna menyikapi kasus kematian yang telah terjadi,” tegas Beda Daton.

Audit Maternal Perinatal yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Audit maternal perinatal merupakan analisis sistematis mutu pelayanan klinis yang meliputi prosedur diagnosis dan perawatan, penggunaan sumber daya, hasil yang muncul serta kualitas hidup ibu dan anak.

“Audit kematian perinatal dapat dianggap sebagai suatu cara untuk meningkatkan proses-proses perawatan bagi semua wanita hamil dan bayi,” jelas Beda Daton.

Selain itu, lanjutnya, audit kematian perinatal memberikan kesempatan untuk bisa mempelajari kejadian-kejadian yang tidak diinginkan dalam proses perawatan melalui identifikasi, analisis dan pengambilan langkah-langkah untuk mencegah agar tidak terjadi lagi.

“Audit perinatal dapat dilakukan dengan audit eksternal oleh auditor eksternal independen guna mengetahui masalah manajemen perawatan yang menyangkut perawatan menyimpang dari batas-batas aman praktek yang telah ditentukan dalam panduan, standard, protokol-protokol atau praktek normal, dan yang memiliki potensi untuk menyebabkan hasil merugikan bagi pasien, baik secara langsung maupun tidak langsung,” tandas Beda Daton.

Sambil menunggu proses audit, Beda Daton tegas meminta pihak RS Damian bisa menjelaskan apa yang terjadi sebagai bentuk dukungan dan permohonan maaf kepada keluarga bayi dan juga publik.

Anggota DPRD NTT Viktor Mado Watun meminta agar Ombudsman jangan hanya melakukan audit internal tapi praktek terselubung oleh oknum dokter spesialis juga harus ditelusuri.

“Saya minta ombudsman NTT tidak hanya audit Maternal Perinatal tapi praktek terselubung oknum dokter spesialis juga harus di telusuri,”pinta politisi PDIP.

Karna menurut Viktor kejadian tersebut termasuk kejahatan kemanusiaan.(Ft/tim)

  • Share