‘Nama Marianus Sae Terus Saja Menjadi Trending Topik’

  • Share

Fajartimor.com – Jargon MS (Marianus Sae) yang kemudian diikuti darasan SMS (Saya Marianus Sae) rupanya begitu dekat dengan telinga jutaan pengguna telepon selular. Jangan Heran, nama Marianus Sae sontak melejit tinggi, meninggalkan popularitas rival rivalnya.

Kenyataan sebutan MS atau SMS bagi seorang Bupati Ngada, Calon Gubernur terpopuler tersebut tidak lalu berhenti disitu. Faktor pendukung melejitnya nama Marianus Sae tersebut adalah karena keuletannya memberikan pelayanan utuh bukan saja kepada rakyat Ngada tapi juga kepada rakyat desa di Kabuapten Manggarai Timur yang kebetulan berdekatan  langsung dengan wilayah administrasi Ngada persisnya di daerah Riung.

Pantauan fajartimor, karena kepedulian Marianus Sae yang tinggi tanpa membedakan batas wilayah administrasi pemerintahan, warga desa di daerah Manggarai Timur kemudian menaruh harapan besar agar Sang Pelayan nan budiman tersebut mendapat ruang dicalonkan sebagai Gubernur NTT.

Makan bersama dengan rakyat kecil adalah hal yang sudah biasa dibuat seorang Marianus Sae (foto istimewah)

Rupanya doa orang orang kecil itu didengar Tuhan. Bak pucuk dicinta ulam pun tiba, mendengar nama Marianus Sae ikut dalam percaturan politik merebut kursi NTT I, spontanitas dukungan mengalir merdu. Jargon MS atau SMS menjadi pergunjingan dan dikumandangkan ke seluruh Manggarai Raya.

Alasan sederhananya yakni Pejabat dan masyarakat Manggarai Timur yang hendak bepergian menggunakan transportasi udara tidak lagi membuang energy ke Manggarai induk. Cukup sekali lesak sudah sampai lapangan udara Turulelo Ngada karena jalan hotmix yang menghubungkan Manggarai Timur dan Ngada sudah  bisa terakses.

Lainnya kenapa nama Marianus Sae selalu menjadi topik diskusi, karena hampir seluruh infrastruktur jalan di Ngada baik jalan kabupaten, jalan kecamatan, jalan desa juga jalan lingkungan termasuk jalan ke area persawahan dan kebun petani telah dikerjakan. Uniknya pekerjaan infrastruktur jalan tersebut seluruhnya adalah pekerjaan Hotmix.

Lainnya lagi, insentif tiga puluh persen yang menjadi haknya (Bupati Marianus Sae) yang bersumber dari potongan pajak bumi dan bangunan justru dialokasikan untuk pengadaan kendaraan roda dua bagi seluruh kepala desa di Ngada.

Para kepala sekolah dari Tingkat SD, SMP dan SMA se-kabupaten Ngada-pun kebagian jatah kendaraan roda dua dengan sumber dana insentif bupati sebesar tiga puluh persen dari potongan pajak bumi dan bangunan.

Nama Marianus Sae seolah menjadi magnit yang terus saja melekat di hati dan pikiran seluruh rakyat Ngada. Tatkala mendengar Sang pemimpinnya didaulat bertarung di pemilu Gubernur NTT, sontak tagline atau sebutan MS juga SMS terus menghiasi diskusi politik. Tak ketinggalan di linimasa pegiat medsos, jargon MS atau SMS menjadi trending topik.

Rival politik Marianus Sae dibuat gregetan, ketakutan dan mulai memasang jebakan maut.

Rakyat NTT yang sudah tahu keberpihakan pelayanan seorang Marianus Sae kini terhipnotis dan berharap cemas. Jebakan rival politiknya dengan mendorong kelompok pendemo, penghasut dan pencemooh Marianus Sae tak digubris rakyat.

Yang berkembang kini, Kepala Desa dan Kepala Sekolah se-Nusa Tengara Timur justru diam diam bekerja, mengkampanyekan Marianus Sae dengan pola sederhana ‘Saya Marianus Sae/SMS’. Harapan besarnya, apa yang telah dilakukan Marianus Sae di Ngada dapat pula dilakukan di NTT dalam skala kebijakan yang lebih komprehensif (luas).

Unik, lain dari pada yang lain. Tapi begitulah faktanya. Saya Marianus Sae atau SMS akan mudah dikampanyekan dan mudah diingat rakyat se-Nusa Tengara Timur. Karena simpul sederhananya SMS begitu melekat dan dekat dengan pengguna telepon selular. (ft/tim)

  • Share