O2SN Provinsi; “Nikmat Tiada Tara?”

  • Share

Kupang, fajartimor.net-O2SN Provinsi NTT, yang diselenggrakan pada setiap tahun dipandang sebagai hujan berkah. Bak “Nikmat Tak Terkirakan”, semangat mendulang prestasi di kesampingkan hanya untuk sebuah alasan kemanusiaan.

Pendapat sempit ini, semakin tidak beralasan, ketika sementara orang diperhadapkan dengan kondisi riil penyelenggaraan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional yang dihelat dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur belum lama ini.

Semboyan menjunjung tinggi sportivitas, yang didalamnya tersirat nilai nilai kecakapan spiritual, emosional, intelektual, yang disemangati kedisipilinan, kejujuran, keuletan, dan kerjasama dengan terus menghargai keunggulan orang lain rupanya tidak berlaku.

Sejumlah protes keras yang bermunculan dipermukaan disela sela kegiatan O2SN di Makasar didapatkan fajartimor.net.

Seorang Guru Olahraga asal kabupaten TTS, yang pernah dipercayakan mendampingi atlit bola voley yang berhasil dimintai tanggapannya, dibilangan Lippo Mart mengatakan, kecurangan panitia dan wasit juri pada setiap cabang atletik yang dipertandingkan adalah hal yang biasa. “kalau dipertandingan, sang wasit keliru memutuskan itu masih normal dan wajar. Tapi kalau wasitnya jelas jelas curang, ini khan yang namanya tidak fair. Saya berani berkata demikian karena saya sering diperhadapkan dengan realita kecurangan tersebut”, aku sang guru olahraga.

Tebang pilih hanya karena unsur kedekatan dan sejumlah unsur lainnya, lanjutnya (guru olahraga tersebut) adalah warna prestasi diajang O2SN ditingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur. “kami tidak pernah heran lagi, karena pola ini sudah dibentuk kala O2SN masi dikenal dengan istilah Porseni. Tapi kalau hal ini terus menerus ditumbuhkembangkan, jangan heran kalau prestasi atlit NTT akan semakin berjalan ditempat dan mati suri”, kecamnya.

Atlit Renang Kota mengundurkan Diri.

3 (tiga) medali emas yang didapat atlit renang Kota Kupang diajang O2SN provinsi NTT, mengundurkan diri dan tidak ikut serta di ajang O2SN tingkat nasional di makasar.

Toyo, sapaan atlit tersebut, harus mengundurkan diri lantaran, guru pendampingnya yang sekaligus merupakan pelatihnya tidak disertakan panitia O2SN provinsi di ajang bergengsi tersebut.

Anehnya, panitia provinsi malah merespon dengan menghadirkan atlit renang asal lembata yang pada kejuaraan renang O2SN provinsi berada di urutan kedua setelah Atlit Kota Kupang (Toyo, red).

Sementara disatu sisih, fajartimor.net pun mengendus informasi, bahwa atlit bola voley, yang dikirim ke ajang O2SN di Makasar, adalah atlit atlit yang berperawakan dewasa dan bukan golongan atau kategori masih bersekolah.

Tukang Sapu Dinas P&K NTT, diduga Diikutsertakan

Rupanya kompleksitas persoalan O2SN Provinsi Nusa Tenggara Timur, berakar pada alasan kemanusiaan yang khusus diperuntukkan bagi sejumlah pegawai dinas setempat.

Atlit atau siswa berprestasi di ajang O2SN Provinsi harus urut dada, karena guru, pendamping sekaligus pelatihnya tidak direkomendasikan panitia O2SN provinsi.

Dalil kuota terbatas yang diberikan panitia O2SN nasional adalah alasan yang mengada ada. Karena ada sejumlah pegawai rendahan di dinas setempat justru telah dijatahkan untuk turut serta di ajang bergengsi tersebut.

“untuk alasan kemanusiaan, atas sejumlah pegawai rendahan yang sering tidak mendapatkan jatah perjalanan dinas ke luar daerah, maka panitia dan dinas membuat kebijakan dengan memberikan kesempatan kepada sejumlah pegawai kecil di dinas untuk boleh ikut serta di ajang O2SN nasional”, ungkap salah seorang pejabat dinas setempat.

Jika begini jadinya maka benarlah bahwa kisruh O2SN provinsi yang sering diprotes adalah karena O2SN provinsi merupakan hujan berkah yang mendatangkan “Nikmat Tiada Tara” bagi orang orang yang merasakannya.

Data fajartimor.net, O2SN, diselenggarakan oleh Kementrian Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat pembinaan Sekolah Menengah Atas dengan dasar hukum : Undang undang Republik Indonesia NO.20 tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional NO.34 tahun 2006 tentang pembinaan prestasi peserta didik siswa yang memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional NO. 39 tahun 2008 tentang pembinaan kesiswaan, dan Undang undang Republik Indonesia NO. 3 tahun 2005 tentang sistim Keolahragaan Nasional.

Khsusus untuk O2SN tingkat Nasional termuat dalam DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) Pembinaan Kreativitas Siswa tanggal 31 Desember 2014.

Hal Hal lain yang menjadi keharusan keikutsertaan siswa dan pendamping telah diatur melalui petunjuk pelaksana dan petunjuk teknis O2SN, berdasarkan cabang cabang atlit yang dipertandingkan mulai dari tingkat SD, SMP Sekolah Menengah Atas/Kejuruan. Jadi alasan Kuota terbatas adalah alasan konyol dan lebih berbau mengada ada.

Informasi yang didapat fajartimor.net, O2SN tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur, dilakukan dadakan, lantaran petunjuk pelaksana dan petunjuk teknis termasuk panduan pelaksanaan kegiatan O2SN, sama sekali tidak diberikan panitia dan penyelenggara O2SN provinsi kepada pihak kabupaten/kota. (ft/bony)

  • Share