Pater Marianus Sila, SVD, Sekali Gebrak,Niko Ladi Raup Uang Nasabah sebesar Rp 386 milyar

  • Share

 Kupang, fajartimor.net-Modus LKF Mitra Tiara, yang didirikan Niko Ladi Cs, rupanya menjadi jurus ampuh meraup uang 15159 anggotanya. Angka sebesar Rp 386 milyar adalah angka yang fantastis.

Bermodalkan rayuan investasi multi level marketing, Niko Ladi Cumsuis (Cs, red), berhasil memperdayai hampir sebagian warga dan masyarakat Nusa Tenggara Timur. Tidak tanggung tanggung, sebanyak 15159 orang kemudian percaya tanpa syarat dan menginves uang di lembaga LKF Mitra Tiara bentukan Niko Ladi Cs.

Setelah dibiarkan terbuai dengan pola multi level marketing, Niko Ladi Cs lalu menghilang dengan membawa kabur uang para anggotanya. Terkini, Niko Ladi berhasil ditangkap dan ditahan aparat hukum. Namun uang Nasabah yang ditaksir sebesar Rp 386 milyar justru hilang tak berbekas.

Ketua forum Perjuangan Hak Nasabah Mitra Tiara, Pater Marianus Sila SVD ketika ditemui media ini, menyesalkan kondisi penyelesaian kasus tersebut.

“Berbelit belitnya alasan yang disampaikan Niko Ladi dan lambannya pengungkapan kasus oleh pihak aparat hukum dirasakan sebagai sesuatu yang janggal dan ganjil”, aku Pater Marianus.

Menurut Pater Marianus, keganjilan penanganan kasus yang telah menyengsarakan 15159 orang nasabah tersebut terlihat pada forum akal akalan bentukan Niko yang beranggotakan Gregorius Senari Durun dan Jou Hasyim.

“Masa hilang begitu saja sambil membawa uang nasabah, ketika ditangkap, datang lagi membawa dalil investigasi dan penagihan atas sejumlah uang yang dipinjamkan. Mirisnya lagi, ada dua orang yang diperalatnya sebagai tameng, untuk menutup kejahatannya. Pertanyaannya, jika Gregorius Senari Durun dan Jou Hasyim benar telah mendapatkan tagihan sebesar Rp 200 juta, besaran uang tersebut disetor ke lembaga mana? Sementara di satu sisi, Niko Ladi selain sebagai pendiri LKF Mitra Tiara, juga bertindak sebagai penanggung jawab sekaligus direkturnya”, kesal Pater Marianus.

Ada gejala pembiaran lanjut Pater Marianus, atas kasus Niko Ladi yang telah menelan korban meninggal sejumlah nasabah.

“Saya punya firasat kasus ini akan dibiarkan berlarut dan tak kunjung selesai penanganannya. Namun saya juga berkeyakinan Negara ini tidak sementara membiarkan warga dan masyarakatnya terus berada dibawah tekanan para penipu berdasi yang semakin meresahkan”, terang Pater Marianus. (ft/ledor)

  • Share