‘Pengalihan Pekerjaan Drainase 150 Meter, Bukti Dugaan Pengurangan Pekerjaan’

  • Share

*Terkait Pekerjaan Jalan 42,7 miliar di TTS

Kupang, fajartimor.net – Adanya pengalihan pekerjaan atau istilah PPK sebagai Bakti Penyedia Jasa berupa pekerjaan drainase sepanjang 150 meter di luar detail design yang dialamatkan kepada warga setempat adalah bukti adanya dugaan pengurangan pekerjaan dari lokasi trase terpilih.

Pernyaataan tegas tersebut disampaikan sumber media ini, terkait visual lokasi pekerjaan drainase yang diambil media ini per 30 April 2024 dan dibantah PPK sebagai pekerjaan di luar rencana.

“Kalau bicara proyek pemerintah hari ini tidak ada yang gratis. Orang dan alat yang bergerak di lokasi pekerjaan sudah pasti bersentuhan dengan anggaran. Jadi tolong jangan menghayal hidup di kayangan. Karena realitanya kita lagi hidup di gubuk,” sindirnya.

visual 30 April 2024 (foto.doc.fajartimor)
visual 30 April 2024 (foto.doc.fajartimor)

Pekerjaan yang menelan anggaran negara sebesar Rp 42,7 miliar katanya, sudah tentu didahului Tahap Perencanaan (Planning), Tahap Studi Kelayakan (Feasibility Study), Tahap Perancangan Detail (Detail Design) dan kemudian masuk ke Tahapan Konstruksi (Construction) juga tahapan maintenance.

“saya justru heran, koq bisa-bisanya PPK menjelaskan seenak perut, kalau ada pekerjaan drainase sepanjang 150 meter dan dikerjakan warga setempat di luar perencanaan trase jalan karena alasan warga menolok dan alasan longsor,” ucapnya.

Menurut sumber tersebut, pekerjaan pada track trase jalan jelas penting dilakukan karena berbagai pertimbangan. Termasuk aspek aspek yang relevan.

“khan ada faktor geometrik jalan, volume lalu lintas, topografi wilayah, penutup lahan, kawasan hutan, litologi, struktur geologi, daya dukung geologi, jenis tanah dan kelandaian. Faktor-faktor tersebut sudah dipertimbangkan jauh-jauh hari sebelum pekerjaan konstruksi. Hemat saya alasan pembenaran yang disampaikan PPK adalah alasan bulsit. Karena ada syarat menentukan trase jalan juga pemasangan patok. Jadi alasan warga menolak, tanah longsor dekat permukiman warga dan kemudian diberikan reward pekerjaan drainase sepanjang 150 meter adalah bukti adanya dugaan pengurangan pekerjaan,” ungkapnya.

Sementara Herianto J. Hoti, ST atau Abe Hoti PPK proyek peningkatan jalan Tetaf- SP Niki-niki, Kecamatan Kuatana, TTS kepada media ini melalui telepon cellular, Sabtu (18/05/2024), menjelaskan bahwa visual pekerjaan drainase yang diambil media ini per 30 April 2024 adalah pekerjaan di luar rencana. Pekerjaan drainase tersebut adalah bentuk dari keberpihakan Penyedia Jasa kepada warga setempat.

“Pekerjaan Drainase yang dikerjakan warga sepanjang 150 meter adalah bentuk kepedulian Penyedia Jasa,” kata Abe.

Untuk diketahui, pekerjaan peningkatan jalan Tetaf-SP Niki-niki, Kecamatan Kuatnana Kabupaten Timor Tengah Selatan sudah tentu diawali dengan Cara penentuan Trase Jalan. Dengan pertimbagan Trase jalur terpendek. Hal yang paling diutamakan perencana adalah jalan yang ekonomis, tidak terlalu curam, memberikan kenyamanan. selain itu Sudut luar (sudut tangen) tidak terlalu besar juga hitungan Galian dan timbunan. sedangkan Pemasangan patok sementara dilaksanakan dari STA 0+400 s/d STA 1+956 dengan lebar badan jalan baru + 14 meter. (ft/tim)

  • Share