‘Polus Tech Pasarkan Alat Sadap’

  • Share

Jakarta, fajartimor.net – Polus Tech, salah satu Perusahaan Perangkat Digital yang berkantor di Swiss akui pasarkan alat sadap ke sejumlah Negara termasuk Indonesia.

Alat sadap tersebut bernama Individual Mobile Subscriber Identity atau IMSI Catcher yang merupakan perangkat berbentuk kotak yang khusus digunakan untuk menangkap sinyal dari alat komunikasi seluler.

Alat sadap tersebut digunakan oleh lembaga yang berkepentingan guna kepentingan kemanusiaan ataupun kegiatan inteligen juga kepentingan penyadapan khusus.

Hal tersebut dibenarkan Chief Executive Officer Polus Tech, Niv Karmi yang menjelaskan bahwa IMSI Catcher  dibuat untuk membantu penanganan bencana dalam skenario pencarian dan penyelamatan para korban. Namun, melalui serangkaian proses, bisa juga digunakan oleh lembaga penegak hukum. Misalnya ketika hendak menangkap seseorang dan petugas ingin mengetahui keberadaannya.

“IMSI Catcher membantu mereka menangkap seseorang. Tapi tidak menyusup ke telepon seluler,” ujar Karmi dikutip dari Majalah Tempo edisi 6-12 Mei 2024.

Polus, kata Karmi, berupaya mencegah penyalahgunaan fungsi alat teknologi yang diproduksi. Salah satunya dengan mengirim teknologi Polus dengan mematuhi semua peraturan. “Kami tidak ingin merusak nama baik perusahaan dan kepercayaan klien,” tuturnya.

Ia juga menjelaskan teknologi Polus biasanya dijual kepada para penegak hukum, dalam hal ini kepolisian. Alasannya, peralatan tersebut merupakan transmisi yang harus digunakan lewat izin tertentu. Jika melihat Israel, kata dia, tentu saja tentara yang menggunakan. “Saya tidak dalam posisi memilih, tapi merekalah klien kami,” kata Karmi.

Adapun pengiriman kepada pembeli teknologi Polus, diekspor melalui negara yang memiliki peraturan ekspor yang baik. Di antaranya Swiss dan Singapura. Polus, menurut Karmi, tak hanya mempertaruhkan nama baik perusahaan, tapi juga nama baik negara dan klien.

Untuk diketahui, Karmi adalah salah satu pendiri NSO Group, perusahaan teknologi asal Israel yang dikenal membuat alat sadap atau spyware bernama Pegasus. NSO merupakan singkatan nama-nama pendirinya, yakni Niv Karmi, Shalev Hulio, dan Omri Lavie. Namun Karmi memutuskan keluar pada 2011, setahun setelah NSO Group berdiri. Pada akhir 2015, Karmi kemudian mendirikan Polus Tech di Swiss. (ft/***)

  • Share