PPK Peternakan NTT, Backup Perusahaan Pemasok Barang Palsu?

  • Share
Brosur Alat Produksi N2 Cair  yang kuat dugaan adalah rakitan alias Palsu, yang ditawarkan PT. Sandana Multigas
Brosur Alat Produksi N2 Cair yang kuat dugaan adalah rakitan alias Palsu, yang ditawarkan PT. Sandana Multigas (foto/dok.boni lerek)

Kupang, fajartimor.net-PPK Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Nusa Tenggara Timur berinisial HDD diduga kuat bekerja sama dengan Pihak PT. Sandana Multigas, memasok Alat Produksi N2 Cair Rakitan (Palsu) Tahun Anggaran 2016.

Tarik ulur proses Pengadaan Alat produksi N2 Cair di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Nusa Tenggaran Timur memasuki babak baru. Dari sebelumnya gagal tender, lalu tender dan kemudian ditetapkannya pemenang, kini muncul lagi dalil standard tanpa dasar yang dikeluarkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Intinya Pemenang yang telah ditetapkan dianggap tidak memenuhi persyaratan, jelas sumber fajartimor belum lama ini.

Menurut sumber tersebut, PPK dalam hal Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah, tidak sekedar tanda tangan kontrak. PPK justru memiliki tugas pokok dan kewenangan. Termasuk didalamnya memahami perencanaan, tahu spesifikasi barang, paham HPS dan sejumlah hal prinsip juga teknis lainnya.

“Semua yang saya kemukakan justru akan berjalan normal jika PPKnya paham tugas pokok dan kewenangan dalam mengemban amanat pelayanan. Hal yang terjadi di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTT rupanya berlaku miring penuh intrik kepentingan. Beralasan ketiadaan anggaran untuk survey alat produksi dan kelengkapannya, namun diam diam, PPK (HDD dan orang kepercayaannya berinisial DH) berangkat ke Jawa tanpa melibatkan KPA dan Pokja. Selanjutnya terungkap lagi data dan informasi terpercaya bahwa dibatalnya pemenang tender pengadaan Alat Produksi N2 Cair dinas setempat karena pemenangnya bukan orang titipan PPK. Dalil yang dikemukakan ya Kalender Kerja kurang dari 150 hari lah, dukungan tidak benar lah dan sejumlah alasan klasik. Belakangan terkuak Orang titipan PPK, diduga kuat adalah seorang berinisial ‘HG’, yang diketahui menjabat sebagai Area Filling Station Manager, PT. Sandana Multigas yang berdomisili di Probolinggo, yang ikut dalam tender pengadaan alat produksi N2 cair tahun anggaran 2016”, bebernya.

Dari yang diketahui, kata sumber tersebut, PT.Sandana Multigas justru mendapat dukungan dari PT.Aneka Gas Industri yang hanya bisa produksi Gas. Sementara khusus untuk Alat Produksi N2 Cair atau Alat Produksi Nitrogen Cair (Liquid Nitrogen Pants), diduga keras tidak diproduksi PT. Aneka Gas Industri.

“Ada bukti spesifikasi barang berupa brosur yang ditawar PT. Sandana Multigas yang tidak bermerek. Terlihat seperti di pajang alat alatnya, di foto, lalu dibuat seperti brosur (ilustrasi). Kuat dugaan barang tidak bermerek tersebut adalah barang rakitan alias palsu. PPK, justru diam diam mendukung perusahaan tersebut (PT. Sandana Multigas) karena kuat dugaan ada kesepakatan fee besar. Jika hal ini benar terjadi maka kesimpulan sementara PPK rupanya diam diam telah ikut membackup perusahaan pemasok barang palsu”, ungkapnya. (ft/tim)

  • Share