Tilang Satlantas Sikka, Resahkan Warga dan Pemilik Kendaraan

  • Share

Maumere, fajartimor.net-Warga pengguna jalan dan pemilik kendaraan di kabupaten Sikka-Maumere menyesalkan tindakan aparat Satuan Lalu Lintas yang dirasakan tidak mendidik dan mensejahterakan.

Sejumlah warga yang berhasil ditemui fajartimor, di area Polres Sikka, Juma’at (25/9) menyesalkan proses Tilang yang dilakukan Satlantas Sikka. Kepada wartawan Koran ini Thomas salah seorang warga mengatakan jika Tilang (Tindakan Pelanggaran) yang digelar Satlantas Polres Sikka, kepada sejumlah kendaraan umum dan khusus jauh dari harapan pendidikan dan kesejahteraan pengguna jalan.

“Sebenarnya Tilang Kendaraan yang selalu dilakukan pihak lantas Sikka, sudah tepat. Tapi Tidak elok, jika hal itu dilakukan pada setiap harinya minus hari Minggu”, jelas Thomas salah seorang warga.

Lebih tidak elok lagi, lanjut Thomas, tilang tersebut sering dilakukan ditempat tempat yang tidak strategis.

“Masa mereka tilang di setiap tikungan jalan dan tempat tempat umum. Kalau begini modelnya, khan bisa berakibat fatal”, sesal Thomas.

Pengakuan Thomas, Tilang yang dilakukan Satlantas Sikka, justru tidak sedikitpun memberi pendidikan termasuk tidak mensejahterakan warga pengguna jalan juga pemilik kendaraan.

“Kalau pengemudi motor ataupun mobil ketika di tilang tidak memiliki Sim dan surat surat kendaraan, ya langsung diarahkan tooo. Paling tidak Simnya langsung diurus dan dikeluarkan. Selain itu, bagi mobil atau motor yang surat suratnya tidak lengkap diarahkan ke instansi terkait. Jangan dibiarkan untuk kemudian di tilang lagi. Begitu”, kecam Thomas.

puluhan motor milik warga Sikka, hasil tilang aparat Lantas yang diamankan di halaman depan unit Satlantas Polres setempat. (foto/dok.boni lerek)
puluhan motor milik warga Sikka, hasil tilang aparat Lantas yang diamankan di halaman depan unit Satlantas Polres setempat. (foto/dok.boni lerek)

Pantauan fajartimor, pada hari Jum’at (25/9), sejumlah mobil pickup angkutan umum dan kendaraan roda dua (motor), yang di tilang anggota berseragam lantas justru dikawal masuk ke area halaman unit Satuan Lalu Lintas Polres Sikka dengan jedah waktu yang kuat dugaan telah diatur sebelumnya.

Sejumlah pengemudi tersebut kemudian diarahkan ke ruang tertentu dan kuat dugaan melakukan proses penyelesaian administrasi. Karena tak berselang lama, para pengemudi itu keluar dari ruang administrasi lalu mengambil kendaraannya dan melanjutkan aktifitas angkutannya. Sementara pemilik kendaraan roda dua yang tidak bisa menyelesaikan administrasi, motornya langsung di tahan. (ft/tim)

  • Share