‘Total Pungutan Uang Ijazah Sebesar Rp 495 juta?’

  • Share

Kupang, fajartimor.net – Dari sebesar Rp 1 juta berdasarkan pengumuman tanpa rujukan aturan yang dikeluarkan Stikes Nusantara, untuk biaya pengambilan ijazah DIII dan S1, adalah hal unik yang diwajibkan Stikes kepada 495 Wisudawan/Ti. Bila kemudian benar dipungut dan terbayar maka total pungutan berdasarkan jumlah Wisudawan/Ti adalah sebesar Rp 495 juta.

Angka uang yang dinilai cukup fantastis tersebut, oleh Stikes Nusantara, cukup hanya dengan mengeluarkan sebuah pengumuman yang ditandatangani oleh Kabag Keuangan dan SDM Natalya M.N Didoek, S.E.

Penangungjawab Internal juga eksternal Stikes Nusantara, sebut saja Rudyson Doko Patty yang berulang kali dimintai klarifikasinya melalui medium telepon cellular rupanya tidak memberi tanggapan berarti.

Rudyson justru terkesan tak peduli dan malah hanya mengirim stiker jempol yang lagi tertawa dan yang terakhir yang bersangkutan (Rudyson, red) justru mengirim video (Youtube) melalui Whatsup, yang menjelaskan tentang Nusantara project Kurikulum PT. Revolusi Industri 4.0, yang jika dicermati sama sekali tidak sedikitpun menjawab pungutan sebesar Rp 1 juta rupiah terhadap 495 0rang Wisudawan/Ti periode 2019.

Terkait dugaan Bisnis pengambilan Ijazah dan lainnya yang kini lagi berlaku di Stikes Nusantara, sejumlah tokoh malah mempertanyakan kepedulian lembaga vertical yang ditugaskan Negara dalam mengawasi dunia pendidikan di NTT.

“Kita berharap Ombudsman NTT secepatnya memberi perhatian dan mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting. BPKP dan BPK diminta untuk segera mengaudit pengelolaan keuangan di Stikes Nusantara. Bila bermasalah segera rekomendasikan ke Lembaga Hukum agar ada tindakan hukum. Kopertis wilayah NTT se-segera mungkin memberikan klarifikasi agar tidak melebar ke mana-mana,” jelas mereka.

Hal yang unik justru berkembang, kalau fajartimor selalu dikejar untuk mendapatkan klarifikasi dari Stikes Nusantara agar terjadi perimbangan berita. Namun penanggungjawab Stikes Nusantara rupanya tidak ingin disibukkan dengan persoalan pemberitaan tersebut.  (ft/tim)

  • Share